Jakarta, VIVA – Perkembangan kendaraan elektrifikasi di Indonesia kini tak lagi hanya bertumpu pada mobil listrik berbasis baterai atau Battery Electric Vehicle (BEV). Kehadiran teknologi hybrid hingga Range Extended Electric Vehicle (REEV) mulai menunjukkan bahwa konsumen memiliki kebutuhan dan pertimbangan yang berbeda ketika memilih kendaraan.
Gambaran tersebut terlihat dari capaian sejumlah merek selama GIIAS 2026, yang baru saja berakhir pada 9 Agustus lalu. Selain model listrik murni, sejumlah kendaraan dengan teknologi elektrifikasi lain juga mulai mencatatkan respons positif dari konsumen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Toyota menjadi salah satu merek yang menunjukkan besarnya minat terhadap teknologi hybrid di pameran tersebut. Dari total 6.175 Surat Pemesanan Kendaraan atau SPK, lini kendaraan elektrifikasi Toyota berkontribusi sebesar 56 persen.
Kijang Innova menjadi penyumbang terbesar dengan total 2.221 unit pemesanan selama pameran. Dari angka tersebut, Innova Zenix Hybrid EV menyumbang 1.669 SPK.
Model hybrid lainnya juga mendapat respons yang cukup besar, seperti Veloz Hybrid EV dengan 1.115 SPK. Kemudian Alphard Hybrid EV membukukan 307 unit dan Yaris Cross Hybrid EV mencatatkan 302 pemesanan.
Kondisi ini menunjukkan bahwa teknologi hybrid masih memiliki daya tarik kuat bagi konsumen Indonesia. Salah satu alasannya, pengguna tetap dapat merasakan elektrifikasi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada fasilitas pengisian daya.
Pilihan teknologi elektrifikasi yang semakin beragam juga terlihat pada Changan Deepal S05. SUV tersebut menawarkan dua pilihan sistem penggerak sekaligus, yakni BEV dan REEV, sehingga konsumen dapat memilih teknologi yang sesuai dengan kebutuhan penggunaan.
Selama GIIAS 2026, Changan Deepal S05 membukukan 115 SPK dengan komposisi pemesanan yang cukup menarik. Sebanyak 69 persen berasal dari varian BEV, sementara 31 persen lainnya memilih varian REEV.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski porsinya masih lebih kecil dibanding BEV, angka tersebut memperlihatkan bahwa REEV mulai mendapatkan perhatian di Indonesia. Teknologi ini menawarkan pengalaman berkendara dengan motor listrik, sementara mesin pembakaran berfungsi sebagai pembangkit untuk membantu memperpanjang jarak tempuh.
Kehadiran REEV dapat menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin menggunakan kendaraan elektrifikasi, tetapi masih mempertimbangkan kebutuhan perjalanan jarak jauh. Dengan begitu, konsumen kini tidak hanya dihadapkan pada pilihan mobil bensin atau listrik murni.
Halaman Selanjutnya
Mitsubishi juga mulai memperluas langkahnya di segmen elektrifikasi melalui New Xforce HEV. Model tersebut menjadi kendaraan elektrifikasi pertama Mitsubishi Motors di Indonesia dan telah membukukan lebih dari 1.000 unit penjualan secara nasional sejak diperkenalkan pada pertengahan Juli hingga penutupan GIIAS 2026.

3 weeks ago
23













