VIVA – Ferrari tengah menjadi sorotan setelah meluncurkan mobil listrik pertamanya bernama Luce. Alih-alih mendapat pujian, mobil listrik mewah tersebut justru menuai banyak kritik, bahkan dari mantan petinggi Ferrari sendiri. Luca di Montezemolo, sosok legendaris yang pernah memimpin Ferrari selama lebih dari dua dekade, melontarkan komentar tajam terhadap desain mobil tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam wawancaranya dengan media Italia, dikutip VIVA Rabu, 27 Mei 2026, Montezemolo mengaku kecewa dengan arah desain Ferrari Luce. Ia bahkan menyebut mobil tersebut berisiko merusak citra dan warisan besar Ferrari yang selama ini identik dengan desain agresif dan emosional. Komentar yang paling mencuri perhatian adalah ketika ia mengatakan bahwa “bahkan pabrikan China tidak akan berani meniru mobil ini.”
Pernyataan tersebut langsung memicu perdebatan luas di dunia otomotif. Banyak penggemar Ferrari menilai desain Luce terlalu jauh meninggalkan identitas khas Ferrari. Sebagian bahkan membandingkannya dengan mobil listrik biasa yang tidak memiliki aura supercar Italia. Di media sosial dan forum otomotif, desain Luce disebut lebih mirip kendaraan futuristis generik dibanding mobil sport eksotis khas Maranello.
Ferrari Luce sendiri merupakan mobil listrik pertama Ferrari yang dikembangkan bersama LoveFrom, studio desain milik mantan desainer Apple, Jony Ive. Mobil ini hadir dengan konfigurasi empat pintu dan lima penumpang, sesuatu yang cukup berbeda dibanding karakter Ferrari selama ini yang identik dengan coupe dua pintu berperforma tinggi.
Meski desain eksteriornya menuai kritik, beberapa pihak justru memuji bagian interior Luce. Ferrari disebut menghadirkan pendekatan berbeda dengan tetap mempertahankan tombol fisik dan sakelar mekanis, berbeda dari tren mobil modern yang terlalu bergantung pada layar sentuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kontroversi Luce ternyata juga berdampak ke pasar saham Ferrari. Tidak lama setelah mobil diperkenalkan secara resmi, saham Ferrari dilaporkan turun lebih dari 8 persen di Italia dan sekitar 5 persen di Amerika Serikat. Banyak investor dinilai masih ragu apakah mobil listrik seperti Luce benar-benar cocok dengan identitas Ferrari.
Ferrari sebenarnya memiliki ambisi besar melalui Luce. Perusahaan ingin menarik generasi baru pembeli mobil mewah, khususnya konsumen muda dan pasar kendaraan listrik premium, termasuk China. Namun ironisnya, komentar Montezemolo justru menyinggung industri otomotif China yang belakangan dikenal agresif dalam menghadirkan desain kendaraan listrik modern.

5 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)

![[Kolom Pakar] Dokter Ray Wagiu Basrowi: Peran Ganda Ibu Pekerja di Indonesia](https://cdn0-production-images-kly.akamaized.net/4PDT82S2e8pRy0jVWbBaEYUDJaA=/1200x675/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5508439/original/026909700_1771575367-dokter_dan_peneliti_kedokteran_komunitas__Dr._dr._Ray_Wagiu_Basrowi__MKK__FRSPH_.jpeg)