Modal Bukan Satu-satunya, 5 Kemampuan Keuangan Ini Wajib Dikuasai Sebelum Buka Usaha

5 days ago 8

Selasa, 8 September 2026 - 20:58 WIB

VIVA – Memulai usaha sejak kuliah bisa menjadi cara bagi mahasiswa untuk belajar mandiri sekaligus mendapatkan pengalaman mengelola bisnis. Tidak harus langsung dengan modal besar, usaha dapat dimulai dari skala kecil sesuai kemampuan dan waktu yang tersedia.

Namun, ada satu hal yang kerap luput dari perhatian ketika seseorang baru merintis usaha, yakni kemampuan mengelola keuangan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ide bisnis yang menarik tetap perlu didukung pengelolaan uang yang rapi agar pemasukan, pengeluaran, modal, hingga kewajiban pembayaran tidak tercampur dan sulit dikendalikan. 

1. Memisahkan uang pribadi dan uang usaha

Kesalahan yang cukup umum dilakukan pengusaha pemula adalah menggunakan satu sumber uang untuk berbagai kebutuhan. Sejak awal, mahasiswa sebaiknya mulai membedakan uang pribadi dengan uang usaha.

Pemisahan ini membantu mengetahui apakah bisnis benar-benar menghasilkan keuntungan atau sekadar terlihat memiliki banyak uang karena modal masih tercampur dengan pemasukan.

2. Mampu membuat anggaran sederhana

Tidak perlu langsung menggunakan sistem akuntansi yang rumit. Catatan mengenai modal, biaya operasional, pemasukan, dan keuntungan sudah bisa menjadi dasar untuk mengetahui kondisi usaha.

Kebiasaan mencatat transaksi juga membantu mahasiswa melihat pengeluaran yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan sehingga uang usaha dapat digunakan lebih efisien.

3. Memahami kebutuhan modal

Sebelum mencari tambahan dana, calon pengusaha perlu mengetahui berapa modal yang sebenarnya dibutuhkan. Perhitungan dapat mencakup biaya bahan baku, peralatan, pemasaran, distribusi, hingga dana cadangan.

Dengan mengetahui kebutuhan secara lebih rinci, keputusan mencari pendanaan bisa dilakukan berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan sekadar karena tersedia akses terhadap pinjaman.

4. Memahami risiko layanan keuangan

Kemampuan mengelola uang juga mencakup pemahaman terhadap produk dan layanan keuangan yang digunakan. Mahasiswa perlu mengetahui biaya, kewajiban pembayaran, risiko, serta legalitas penyedia layanan sebelum mengambil keputusan finansial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Edukasi mengenai hal tersebut turut dilakukan dalam program ‘Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi’ yang digelar PT Artha Dana Teknologi (Indodana Fintech) bersama Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) di Fakultas Ekonomi & Bisnis Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Kegiatan yang diikuti lebih dari 170 mahasiswa tersebut memberikan pemahaman mengenai cara membedakan platform pinjaman daring legal dan ilegal, batasan akses, keamanan data pribadi, serta pemanfaatan layanan keuangan untuk kebutuhan seperti pendidikan, pelatihan, pengembangan usaha, dan pekerjaan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |