Jakarta, VIVA – Bulan Ramadan selalu hadir dengan suasana yang berbeda dibandingkan bulan-bulan lain dalam setahun. Bukan hanya karena umat Muslim menjalankan ibadah puasa sejak fajar hingga matahari terbenam, tetapi juga karena ritme kehidupan terasa berubah secara menyeluruh.
Waktu sahur, sore menjelang berbuka, hingga malam yang diisi dengan ibadah dan kebersamaan menciptakan nuansa khas yang sulit ditemukan pada bulan biasa. Scroll lebih lanjut yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Keistimewaan Ramadan terletak pada banyak hal. Bulan ini identik dengan peningkatan ibadah, penguatan kesabaran, serta tumbuhnya empati sosial. Orang-orang menjadi lebih peka terhadap sesama, lebih mudah tergerak untuk berbagi, dan lebih menghargai hal-hal sederhana yang mungkin kerap luput dalam keseharian.
Di sisi lain, Ramadan juga menghadirkan momen-momen kecil yang justru paling membekas di ingatan. Bukan selalu peristiwa besar, melainkan kebersamaan singkat, perhatian sederhana, dan suasana hangat yang terasa begitu dekat dengan hati.
Dari berbagai kisah yang kerap muncul selama bulan puasa, ada sejumlah momen sederhana yang mencerminkan mengapa Ramadan selalu dirindukan.
Berikut lima momen berkesan yang terasa akrab dan timeless dari bulan suci ini.
1. Menunggu azan magrib dengan perasaan yang berbeda
Salah satu momen paling khas di bulan puasa adalah waktu menjelang berbuka. Beberapa menit sebelum azan magrib berkumandang sering terasa begitu istimewa. Jalanan biasanya lebih ramai, orang-orang mulai bergegas pulang, dan banyak yang menyiapkan makanan atau minuman untuk berbuka.
Suasana ini menghadirkan rasa antisipasi yang unik, karena setelah seharian menahan lapar dan dahaga, waktu berbuka menjadi momen yang sangat dinanti. Kesederhanaan menunggu inilah yang sering meninggalkan kesan mendalam.
2. Takjil sederhana yang terasa begitu berarti
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di bulan biasa, makanan ringan mungkin terasa biasa saja. Namun saat Ramadan, takjil sederhana seperti air mineral, kurma, kolak, atau gorengan bisa terasa sangat berharga. Tradisi berbagi takjil kepada pengendara, pejalan kaki, atau masyarakat sekitar juga menjadi salah satu ciri khas Ramadan yang terus hidup dari tahun ke tahun.
Momen ini memperlihatkan bahwa perhatian kecil, bahkan dalam bentuk sebungkus makanan untuk berbuka, dapat menghadirkan rasa hangat dan kebersamaan yang kuat di tengah masyarakat.
Halaman Selanjutnya
3. Semangat berbagi meski dalam keadaan sederhana

5 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
