Mourinho Buka-bukaan soal AS Roma

2 days ago 2

Rabu, 29 April 2026 - 17:10 WIB

VIVA – Jose Mourinho kembali membuka cerita soal masa-masanya bersama AS Roma. Meski sudah berpisah sejak awal 2024, pelatih asal Portugal itu mengaku punya kenangan yang sulit dilupakan dari ibu kota Italia.

Selama dua setengah musim di Olimpico, Mourinho mempersembahkan trofi UEFA Europa Conference League 2022 dan membawa Roma ke final UEFA Europa League 2023. Namun, perjalanan itu harus berakhir lebih cepat setelah ia dipecat dengan sisa kontrak enam bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Mourinho, Roma punya tempat spesial dalam kariernya.

“Bagi saya, itu adalah tempat terbaik dalam karier saya. Saya belum pernah merasakan atmosfer luar biasa seperti itu di sekitar sebuah tim. Olimpico selalu penuh,” ujarnya.

Saat ditanya apakah tekanan besar di Roma jadi alasan sulitnya meraih gelar, Mourinho justru melihatnya dari sisi berbeda.

“Ini bukan drama karena saat kami memenangkan Conference League, perayaannya luar biasa. Bahkan ketika saya memenangkan Liga Champions, saya tidak pernah melihat suasana seperti itu.”

Ia juga menegaskan satu hal penting soal hubungan tim dan suporter.

“Roma saya sudah selesai. Saya tidak ingin mengatakan apa-apa lagi. Sebenarnya satu hal—tidak ada yang boleh menyalahkan fans Roma karena tidak menang. Fans Roma adalah yang selalu mendukung tim, dan tidak ada yang boleh menyentuh mereka.”

Di sisi lain, Mourinho turut menyoroti peluang Inter Milan yang kini dibesut Cristian Chivu. Ia ikut senang melihat mantan anak asuhnya itu berpeluang meraih Scudetto.

“Saya senang untuk Chivu jika Inter bisa juara, meskipun saat saya melatihnya, saya tidak pernah berpikir dia akan jadi pelatih.”

Mourinho juga memberi pandangan tajam soal tren pelatih modern.

“Dia tidak terlihat ditakdirkan ke arah sana, tapi dia cerdas. Dia belajar dan membangun pengalaman. Banyak orang sekarang duduk di bangku pelatih karena pandai menjual diri. Dan mari jujur: anggapan bahwa gaya bermain lebih penting daripada hasil adalah kebohongan terbesar dalam sepak bola.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski belum menghubungi Chivu, Mourinho memilih menunggu momen yang tepat.

“Saya belum mengirim pesan kepadanya karena belum pasti secara matematis. Biarkan dia meraih poin yang dibutuhkan, dan saat itu terjadi, saya akan menghubunginya.”

Halaman Selanjutnya

Menariknya, Mourinho juga mengungkap bahwa skuad treble Inter 2009/2010 masih aktif berkomunikasi lewat grup WhatsApp, dengan Marco Materazzi sebagai “admin”-nya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |