VIVA – Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) VIII di Jakarta pada 4-6 September 2026. Forum nasional tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus memperkuat kontribusi masyarakat Tionghoa dalam menjaga kebhinekaan dan pembangunan nasional.
Mengusung tema "Perteguh Harmoni Kebhinekaan Menuju Indonesia Emas 2045", Munas VIII PSMTI tidak hanya membahas agenda internal organisasi. Forum ini juga menjadi ruang bagi pengurus dari berbagai daerah untuk menyampaikan masukan, mengevaluasi program kerja, serta menyusun langkah organisasi ke depan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Rangkaian kegiatan dimulai Jumat (4/9) melalui Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) di Kantor Sekretariat PSMTI Pusat, Equity Tower, Jakarta. Pertemuan tersebut diikuti jajaran pimpinan dewan, pengurus pusat, serta para ketua pengurus daerah dari berbagai provinsi di Indonesia.
Selain Munas VIII, PSMTI juga menggelar Musyawarah Nasional Perwanti-PSMTI Pertama. Agenda ini menjadi bagian dari upaya memperkuat peran perempuan dalam struktur dan kegiatan organisasi.
Dihadiri Sejumlah Tokoh Nasional
Rangkaian hari pertama kemudian dilanjutkan dengan Opening Ceremony dan Welcome Dinner di RedTop Hotel, Jakarta.
Acara tersebut dibuka Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. H. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., M.H. Hadir pula Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., dan Wakil Ketua KPK RI Dr. Johanis Tanak, S.H., M.Hum.
Pada hari kedua, Sabtu (5/9), agenda berlanjut dengan sidang pleno dan musyawarah. Sejumlah tokoh nasional turut hadir, di antaranya Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo, Jenderal TNI (Purn.) Moeldoko, serta Letjen TNI (Purn.) A.M. Putranto.
Kehadiran para tokoh tersebut menjadi bagian dari rangkaian dialog dan konsolidasi yang dilakukan PSMTI dalam forum nasionalnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Umum PSMTI Pusat, Wilianto Tanta, mengatakan Munas VIII menjadi kesempatan bagi organisasi untuk melihat kembali kinerja sekaligus mendengar aspirasi dari pengurus di berbagai daerah.
"PSMTI hadir sebagai rumah besar yang senantiasa menjaga toleransi, merawat kebhinekaan dan berkontribusi nyata bagi pembangunan nasional. Munas VIII ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja serta menyerap masukan konstruktif dari seluruh pengurus dan anggota di daerah. Kami berharap keberadaan PSMTI semakin dikenal luas dan memberi dampak positif menuju Indonesia Emas 2045," ujar Wilianto Tanta dalam keterangannya, dikutip Sabtu 5 September 2026.
Halaman Selanjutnya
Ditutup Jalan Sehat dan Aksi Sosial di Bundaran HI

1 week ago
21













