Jakarta, VIVA – Tantangan pengelolaan lingkungan di Indonesia semakin kompleks. Fenomena El Nino yang menguat pada 2026 meningkatkan risiko kekeringan hingga tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air.
Di sektor industri, pengelolaan air menjadi semakin penting karena perusahaan perlu mengetahui secara jelas berapa banyak air yang digunakan, dari mana sumbernya, bagaimana pemanfaatannya, hingga bagaimana air limbah dikelola sebelum dilepas ke lingkungan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kondisi ini mendorong kebutuhan terhadap sistem pengelolaan data lingkungan yang tidak hanya mampu memenuhi tuntutan kepatuhan regulasi, tetapi juga membantu perusahaan mengidentifikasi risiko dan meningkatkan efisiensi operasional.
Menjawab kebutuhan tersebut, PT Berkat MyESICS Indonesia resmi memperkenalkan MyESICS, sebuah platform teknologi berbasis web yang dirancang untuk menyederhanakan proses pengelolaan, pemantauan, analisis, dan pelaporan lingkungan.
“Kami menghadirkan MyESICS karena kami melihat pengelolaan lingkungan di Indonesia semakin membutuhkan pendekatan yang berbasis data. Perusahaan dan instansi tidak cukup hanya memiliki data, tetapi membutuhkan sistem yang dapat membantu mengolah data tersebut menjadi informasi yang mudah dipahami dan mendukung pengambilan keputusan,” ujar
Founder dan CEO MyESICS, Ari Christiany dalam acara Grand Launching MyEsics yang digelar di Trembesi Hotel Tangerang Selatan, Sabtu 29 Agustus 2026.
Kehadiran fitur tersebut menjadi semakin relevan di tengah ancaman El Nino. Menurut BMKG, fenomena tersebut berpotensi menyebabkan musim kemarau lebih kering dan lebih panjang di sejumlah wilayah Indonesia. Pemerintah juga mendorong kesiapsiagaan lintas sektor untuk menjaga ketersediaan air dan mengantisipasi dampak kekeringan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Dalam kondisi seperti sekarang, pengelolaan air harus dilakukan secara terukur. Perusahaan perlu mengetahui neraca airnya, memahami pola penggunaan, dan dapat segera mengidentifikasi ketika terjadi ketidakefisienan. Data tersebut penting bukan hanya untuk pelaporan, tetapi juga untuk efisiensi dan keberlanjutan operasional,” pungkas Ari.
Ekosistem tersebut diharapkan dapat mempertemukan elemen lingkungan, pelaku bisnis, profesional, serta penyedia jasa yang berkaitan dengan pengelolaan dan keberlanjutan lingkungan. Ke depan, PT Berkat MyESICS Indonesia berkomitmen mengembangkan MyESICS sebagai solusi digital yang mendukung perusahaan dan instansi dalam menghadapi tantangan pengelolaan lingkungan yang semakin kompleks, sekaligus mendorong praktik bisnis yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.
BKSDA Kalbar Translokasi Tiga Orang Utan Mitigasi Dampak Kemarau
Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat melakukan evakuasi dan pemindahan (translokasi) tiga individu orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) di Ketapang
VIVA.co.id
27 Agustus 2026

2 weeks ago
11













