OIS Bukan Sekadar Kamera Stabil, AMOLED Bukan Cuma Soal Warna: Begini Cara Menilai Fitur HP Mid-Range Secara Cerdas

1 week ago 9

Jumat, 4 September 2026 - 01:08 WIB

VIVA – Pasar HP mid-range semakin ramai dengan spesifikasi yang terlihat menggiurkan. OIS, AMOLED, refresh rate 120Hz, kamera beresolusi tinggi, hingga chipset dengan dukungan AI kini semakin mudah ditemukan di kelas harga menengah.

Namun, banyaknya fitur tersebut justru membuat calon pembeli perlu lebih teliti. Sebuah HP dengan kamera 50 MP belum tentu menghasilkan foto lebih baik daripada HP 50 MP lainnya. Begitu juga layar AMOLED tidak otomatis berarti memiliki kualitas tampilan terbaik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kuncinya adalah melihat bagaimana sebuah fitur bekerja dan seberapa besar pengaruhnya terhadap penggunaan sehari-hari. Berikut VIVA telah marangkum Jum'at, 4 September 2026.

OIS Bukan Sekadar Membuat Kamera Tidak Goyang

Optical Image Stabilization atau OIS sering dipromosikan sebagai salah satu fitur unggulan kamera HP. Secara sederhana, teknologi ini memang berfungsi mengurangi efek guncangan ketika mengambil gambar atau video.

Sony menjelaskan bahwa OIS bekerja dengan membuat unit lensa, yang mencakup komponen optik hingga sensor gambar, berada dalam posisi yang dapat bergerak untuk mengoreksi guncangan. Tujuannya adalah mengurangi blur akibat gerakan tangan.

Artinya, OIS bukan sekadar fitur agar video terlihat lebih stabil.

Dalam kondisi minim cahaya, kamera biasanya membutuhkan waktu eksposur lebih lama agar sensor memperoleh cukup cahaya. Gerakan kecil tangan selama proses tersebut dapat menyebabkan foto menjadi buram. OIS dapat membantu mengurangi risiko tersebut.

Sony juga menggunakan kombinasi OIS dan EIS atau Electronic Image Stabilization pada sistem hybrid tertentu. Menurut Sony, kombinasi tersebut dapat membantu menghasilkan video yang lebih minim blur, termasuk ketika pengguna berjalan dalam kondisi pencahayaan yang sulit.

Karena itu, ketika menemukan HP mid-range dengan OIS, jangan hanya melihat tulisan "OIS" di spesifikasi. Perhatikan juga sensor utama, aperture, pemrosesan gambar, serta kemampuan perekaman videonya.

Kamera 108 MP Belum Tentu Lebih Baik

Resolusi kamera juga sering menjadi perang angka di kelas menengah. 50 MP, 64 MP, bahkan 108 MP terdengar lebih menarik daripada angka yang lebih kecil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Padahal, jumlah megapiksel bukan satu-satunya penentu kualitas foto.

Ukuran sensor, kemampuan menangkap cahaya, stabilisasi, autofocus, dan pemrosesan gambar ikut menentukan hasil akhir. Qualcomm, misalnya, menjelaskan bahwa ISP atau Image Signal Processor memiliki peran penting dalam pemrosesan data kamera, termasuk penggabungan gambar, autofocus, HDR, dan pemotretan dalam kondisi minim cahaya.

Halaman Selanjutnya

Hal tersebut menunjukkan mengapa dua HP dengan sensor beresolusi sama bisa menghasilkan foto yang berbeda jauh.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |