Padang, VIVA – Ketua Badan Sejarah DPP PDI Perjuangan (PDIP) Bonnie Triyana mengatakan, peringatan kelahiran Mohammad Hatta atau Bung Hatta tidak semestinya berhenti pada romantisme terhadap sosok penting dalam sejarah berdirinya Republik Indonesia.
Menurut Bonnie, momentum tersebut harus menjadi ruang untuk menggali kembali pemikiran Bung Hatta dan mengontekstualisasikannya dengan persoalan yang dihadapi Indonesia saat ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Peringatan kelahiran Bung Hatta bukan hanya romantisme atas seorang figur penting dalam sejarah pendirian Republik Indonesia, tetapi juga ikhtiar untuk merelevansikan dan mengkontekstualisasikan pemikiran-pemikirannya untuk Indonesia di hari ini,” kata Bonnie dalam keterangannya setelah kegiatan peringatan Bung Hatta di Padang, Sumatera Barat, Minggu malam, 30 Agustus 2026.
Bonnie mengatakan kegiatan yang digelar PDIP tersebut juga menjadi bagian dari upaya partai menjalankan fungsi pendidikan sejarah kepada masyarakat.
Menurut dia, partai politik tidak semestinya hanya dipandang sebagai lembaga elektoral yang bekerja menjelang pemilu untuk memperebutkan dan menyusun kekuasaan.
“Melalui kegiatan ini PDI Perjuangan, sebagai partai politik, hendak menjalankan fungsi pendidikan sejarah bagi publik dan memajukan kebudayaan,” ujarnya.
Bonnie menilai partai politik juga memiliki tanggung jawab sebagai lembaga publik yang dapat berkontribusi dalam membangun peradaban Indonesia. Karena itu, aktivitas partai tidak seharusnya terbatas pada agenda elektoral.
“Partai bukan saja lembaga elektoral yang bekerja lima tahun sekali guna menyusun kekuasaan, melainkan lembaga publik yang turut berpartisipasi aktif membangun peradaban Indonesia,” kata dia.
Anggota Komisi X DPR RI ini menjelaskan, peringatan kelahiran Bung Hatta di lingkungan PDIP telah diselenggarakan secara rutin sejak 2020. Rangkaian kegiatan tersebut, kata Bonnie, berangkat dari semangat dwitunggal Bung Karno-Bung Hatta.
Menurut dia, konsep dwitunggal tidak hanya berkaitan dengan posisi Bung Karno sebagai Presiden pertama dan Bung Hatta sebagai Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, tetapi juga mencerminkan nilai-nilai kepemimpinan dan kebersamaan yang dapat diteladani hingga saat ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Peringatan kelahiran Bung Hatta di PDI Perjuangan yang sudah diselenggarakan rutin sejak 2020 berangkat dari spirit Dwitunggal Bung Karno-Bung Hatta,” ujarnya.
Bonnie mengatakan nilai-nilai yang ditunjukkan Bung Karno dan Bung Hatta antara lain kepemimpinan, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan, serta keikhlasan dalam menyumbangkan pikiran dan tenaga untuk kepentingan bangsa.
Halaman Selanjutnya
“Spirit itu mengedepankan leadership, gotong royong, kebersamaan, kesetaraan dan keikhlasan menyumbangkan pikiran dan tenaga demi kehidupan bangsa yang lebih baik sebagaimana ditunjukkan oleh kedua proklamator tersebut,” kata Bonnie.

2 weeks ago
22













