Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mengingatkan masyarakat agar berhati-hati dalam memilih jalur bekerja ke luar negeri.
Afriansyah mengatakan masyarakat diminta tidak mudah tergiur bujuk rayu maupun tawaran gaji tinggi serta memastikan proses penempatan dilakukan melalui jalur resmi dan sesuai dengan ketentuan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Jangan sekali-kali bekerja ke luar negeri yang tidak ada kerja sama dengan Pemerintah Indonesia,” ujar Wamenaker dalam keterangannya, Rabu, 23 September 2026.
Lebih lanjut, bagi tenaga kerja Indonesia yang berminat untuk bekerja atau magang ke luar negeri, ia menekankan pentingnya kompetensi dan kemampuan bahasa asing.
Afriansyah mengatakan Jepang merupakan salah satu negara tujuan penempatan tenaga kerja Indonesia yang cukup banyak diminati.
Oleh karena itu, peluang bekerja dan mengikuti program magang di Jepang, ia sebut perlu diikuti dengan kesiapan kompetensi dan keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
“Skill bahasa asing itu penting, khususnya bagi anak-anak yang berminat bekerja di luar negeri, termasuk Jepang,” kata Afriansyah.
Menurut dia, peserta magang ke Jepang perlu dibekali pengetahuan, keterampilan, kompetensi, dan kemampuan bahasa sebelum berangkat.
Dia mengatakan, bekal tersebut diperlukan agar peserta dapat beradaptasi dengan lingkungan kerja dan kehidupan di Jepang.
Selain itu, Afriansyah menyebut Banyuwangi di Jawa Timur menjadi salah satu daerah dengan jumlah penempatan pekerja migran yang cukup tinggi.
Menurutnya, penguatan pelatihan di daerah seperti Banyuwangi penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi, keterampilan, dan kemampuan bahasa yang dibutuhkan.
Di sisi lain, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) juga telah membuka Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 dan Non-Batch September 2026 yang diikuti 238 peserta dalam 13 program pelatihan di Banyuwangi.
Sebanyak 48 peserta mengikuti tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4, sedangkan 190 peserta mengikuti 10 program pelatihan Non-Batch.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tiga program Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 meliputi Peracikan Minuman Kopi, Pengolahan Ikan, dan Pengoperasian Mesin CNC Bubut. Adapun program Non-Batch mencakup bidang pertanian, perhotelan, tata busana, administrasi perkantoran, konten digital, pengolahan makanan, otomotif, hingga pengelasan.
Selain itu, Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan sejumlah mitra strategis melalui Pelatihan Vokasi Tematik Terintegrasi. (Ant)
Pemerintah Percepat Pembangunan Papua, Masyarakat Harus Jaga Kondusivitas
Pemerintah mengajak masyarakat Papua, terutama generasi muda, bersama-sama menjaga situasi tetap aman dan kondusif di tengah percepatan pembangunan daerah.
VIVA.co.id
23 September 2026

3 hours ago
1





















