Pemerintah Siapkan 6 Bandara Alternatif Gantikan Bandara yang Ditutup, Simak Daftarnya

1 week ago 2

Senin, 7 September 2026 - 15:41 WIB

Jakarta, VIVA – Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi mengatakan, pemerintah menyiapkan 6 bandara alternatif untuk menjaga konektivitas penerbangan, selama sejumlah bandara ditutup akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau, Banten.

Keenam bandara itu, yakni Bandara Juanda di Jawa Timur; Bandara Adi Soemarmo di Jawa Tengah; Bandara Internasional Yogyakarta di Daerah Istimewa Yogyakarta; Bandara Adisutjipto di Daerah Istimewa Yogyakarta; Bandara Jenderal Ahmad Yani di Jawa Tengah; serta Bandara Internasional Kertajati, Jawa Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami mendorong agar maskapai dapat menggunakan bandara tersebut untuk menghindari penumpukan penumpang, baik yang akan datang maupun yang akan terbang. Ini yang kita harapkan supaya pengaturan penumpang bisa optimal," kata Dudy dalam keterangannya, Senin, 7 September 2026.

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Photo :

  • ANTARA/HO Badan Geologi

Penggunaan bandara alternatif tersebut tetap menyesuaikan kondisi operasional, kesiapan bandara, rute penerbangan, serta keputusan masing-masing maskapai.

Dudy memastikan, Kemenhub akan terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta instansi terkait untuk memastikan penyesuaian operasional dapat dilakukan secara aman dan terkoordinasi.

Kemenhub mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan transportasi udara, untuk memastikan status penerbangannya kepada maskapai sebelum menuju bandara. Penumpang yang terdampak penutupan bandara juga diimbau untuk mengikuti arahan dan kebijakan maskapai, terkait perubahan jadwal maupun pengalihan penerbangan.

“Kami mengapresiasi masyarakat yang telah tertib mengikuti aturan dan arahan terkait kondisi penerbangan saat ini. Dukungan dan kepatuhan masyarakat sangat membantu proses penanganan kondisi ini, khususnya dalam menjaga keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan,” ujar Dudy.

Kemenhub juga meminta masyarakat untuk terus memantau perkembangan kondisi penerbangan melalui kanal informasi resmi Kemenhub, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, serta informasi resmi dari masing-masing maskapai.

Status operasional bandara dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan sebaran abu vulkanik dan kondisi keselamatan penerbangan.

Kemenhub bersama seluruh pemangku kepentingan akan terus memantau dan mengevaluasi kondisi penerbangan serta memperbarui informasi sesuai perkembangan terbaru.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas sekaligus menjaga konektivitas transportasi udara bagi masyarakat," ujarnya.

Diketahui, hingga Senin pagi, 7 September 2026, sejumlah bandara di Jawa dan Sumatera masih terdampak operasionalnya akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Data terbaru dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membuat pemerintah memutuskan bahwa penutupan operasional bandara sementara masih dilanjutkan hingga pukul 18.00 WIB nanti. 

Halaman Selanjutnya

“Penyesuaian operasional penerbangan dilakukan secara dinamis mengikuti kondisi aktual di lapangan dan perkembangan sebaran abu vulkanik," ujar Dudy.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |