Pemerintah Siapkan Insentif Baru untuk Mobil Listrik dengan TKDN Tinggi

1 week ago 3

Kamis, 3 September 2026 - 15:02 WIB

Subang, VIVA - Pemerintah mulai menyiapkan skema insentif baru untuk kendaraan listrik yang memiliki tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi. Rencana tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita saat peresmian fasilitas produksi BYD Indonesia di Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Agus mengatakan pemerintah ingin memberikan perhatian lebih kepada kendaraan listrik yang semakin banyak menggunakan komponen dari dalam negeri. Menurutnya, semakin tinggi nilai TKDN sebuah kendaraan, semakin besar pula peluang untuk mendapatkan dukungan insentif dari pemerintah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Semakin tinggi nilai TKDN itu semakin perlu mendapat perhatian dari pemerintah termasuk persiapan-persiapan insentifnya," ujarnya, dikutip VIVA Otomotif Kamis 3 September 2026.

Menperin menyebut dirinya telah mendapatkan arahan untuk mulai menghitung dan mempelajari kemungkinan program insentif yang berbasis penguatan TKDN. Kementerian Perindustrian juga akan segera menyusun desain program tersebut dan melakukan koordinasi dengan kementerian terkait.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah agar investasi kendaraan listrik di Indonesia tidak berhenti pada aktivitas perakitan. Pemerintah ingin semakin banyak industri komponen dan rantai pasok dalam negeri yang terlibat dalam produksi kendaraan listrik.

Agus menjelaskan, peta jalan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB) telah menetapkan peningkatan nilai minimum TKDN secara bertahap. Targetnya sebesar 40 persen pada 2026, meningkat menjadi 60 persen pada periode 2027-2029, kemudian mencapai 80 persen pada 2030.

Menurutnya, peningkatan TKDN diharapkan dapat memperkuat struktur industri otomotif nasional. Dengan semakin banyak komponen yang diproduksi di dalam negeri, manfaat investasi kendaraan listrik juga diharapkan menyebar ke industri pemasok dan sektor manufaktur lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam kesempatan yang sama, Menperin mengungkapkan BYD telah mencatat perkembangan signifikan di pasar Indonesia. Berdasarkan data Gaikindo yang disampaikannya, BYD mencatat penjualan hampir 94 ribu unit sepanjang 2024 hingga semester pertama 2026 dan produk-produknya telah memiliki TKDN di atas 40 persen.

Capaian tersebut menempatkan BYD sebagai pemimpin pasar kendaraan bermotor listrik roda empat di Indonesia dengan pangsa pasar mencapai 43 persen. Pemerintah berharap keberhasilan di pasar domestik tersebut berjalan beriringan dengan penguatan basis manufaktur dan rantai pasok di Indonesia.

Halaman Selanjutnya

Peresmian fasilitas produksi BYD di Subang menjadi salah satu momentum yang dinilai penting dalam arah tersebut. Pabrik ini diharapkan tidak hanya memperkuat produksi kendaraan listrik di dalam negeri, tetapi juga mendorong keterlibatan lebih luas industri komponen lokal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |