Pemerintah Siapkan Rp1,2 Triliun Benahi 1.487 Sekolah di NTT

4 days ago 9

Kamis, 10 September 2026 - 01:27 WIB

Jakarta, VIVA Kondisi Sekolah Dasar Negeri (SDN) Mboeng, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sempat viral di media sosial mendapat respons pemerintah.

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memastikan sekolah tersebut masuk dalam program revitalisasi tahun ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membenahi fasilitas pendidikan di daerah, termasuk sekolah yang masih menghadapi keterbatasan ruang belajar.

Direktur Sekolah Dasar Kemendikdasmen, Moch. Salim Somad, mengatakan pihaknya telah turun langsung melihat kondisi SDN Mboeng. Perbaikan akan menyasar ruang kelas yang mengalami kerusakan berat maupun bangunan darurat yang selama ini digunakan siswa.

“Sudah turun (Kemendikdasmen), langsung diperbaiki kelas yang rusak berat maupun yang darurat,” tuturnya, dikutip Kamis, 10 September 2026.

SDN Mboeng saat ini memiliki 84 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar (rombel). Sekolah tersebut memiliki 10 tenaga kependidikan.

Persoalan utama yang dihadapi sekolah berada pada sarana dan prasarana. Dari lima bangunan permanen yang tersedia, dua ruang kelas mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat digunakan secara optimal.

Kondisi itu membuat sekolah masih mengandalkan empat ruang kelas darurat untuk kegiatan belajar mengajar.

Bahkan, sebagian pembangunan ruang kelas yang digunakan selama ini dilakukan melalui swadaya masyarakat, terutama orang tua siswa.

“Sebagian pembangunan dari swadaya orang tua siswa,” ujarnya.

Sorotan terhadap SDN Mboeng sebelumnya tidak hanya muncul karena kondisi fisiknya. Sekolah tersebut juga menjadi perhatian setelah diketahui memperoleh perangkat digital untuk menunjang pembelajaran.

Situasi itu kemudian memunculkan pertanyaan mengenai pelaksanaan digitalisasi pendidikan ketika infrastruktur dasar sekolah masih membutuhkan pembenahan.

Kemendikdasmen memastikan kedua program tersebut tetap berjalan. Pemerintah tidak menghentikan pemanfaatan teknologi pembelajaran hanya karena kondisi fisik sekolah masih perlu diperbaiki.

Salim menjelaskan, berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik), SDN Mboeng tercatat memiliki sumber listrik. Atas dasar data tersebut, sekolah menjadi salah satu penerima perangkat televisi yang digunakan untuk menunjang proses pembelajaran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Digitalisasi di sekolah berjalan, perbaikan fisik sekolah juga dilakukan,” katanya.

Dengan kebijakan tersebut, digitalisasi pendidikan dan revitalisasi sarana-prasarana ditempatkan sebagai bagian yang saling melengkapi.

Halaman Selanjutnya

Perangkat digital memberikan tambahan akses terhadap sumber dan metode pembelajaran, sementara perbaikan fisik memastikan siswa memiliki ruang belajar yang aman dan layak.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |