Jakarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan komunikasi terus berjalan dengan negara-negara tetangga di tengah upaya Indonesia menanggulangi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sembari memastikan belum ada nota protes resmi dari negara tetangga.
“Komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan terus berjalan dengan baik,” kata Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, seperti dilansir dari Antara, Senin, 24 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Langkah diplomasi juga dilakukan dengan terus berbagi informasi mengenai perkembangan situasi karhutla,” tambahnya.
Nabyl memastikan bahwa pemerintah Indonesia terus melakukan berbagai langkah penanganan karhutla secara terpadu untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan, termasuk ke negara tetangga.
RI senantiasa mengoptimalkan mekanisme tingkat ASEAN untuk melakukan pemantauan dan pertukaran informasi terkait dampak karhutla, katanya.
Indonesia juga terus bekerja sama dengan sesama negara ASEAN dalam kerangka Kesepakatan ASEAN tentang Polusi Kabut Asap Lintas Batas (Agreement on Transboundary Haze Pollution), tutur jubir Kemlu RI.
Upaya yang ditempuh tersebut merupakan langkah bersama untuk meningkatkan kesiapsiagaan, pemantauan, pencegahan, penanganan kebakaran, serta memperkuat koordinasi antarnegara dalam menghadapi risiko kabut asap lintas batas.
Dengan demikian, Nabyl memastikan belum ada negara tetangga yang melayangkan protes kepada Indonesia terkait dampak karhutla di wilayah mereka.
“Hingga saat ini, pemerintah Indonesia masih belum menerima penyampaian keberatan secara resmi dari negara-negara tetangga terkait perkembangan karhutla dan kabut asap,” kata Nabyl.
Senada, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Ahad (23/8) mengatakan pemerintah, melalui Menteri Luar Negeri Sugiono, menjaga komunikasi dengan negara tetangga terkait dampak karhutla
“Karena itu kita berusaha secepatnya untuk menangani karhutla ini," ujar Prasetyo saat ditemui di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Adapun pemerintah RI terus meningkatkan upaya pengendalian dan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera melalui pengerahan 12.880 personel dan bantuan alat untuk upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.
Presiden Prabowo Subianto juga telah memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan dalam kunjungannya ke Kalimantan Tengah pada Sabtu, 22 Agustus 2026 serta berkoordinasi dengan sejumlah menteri terkait upaya tersebut.
2.894 Titik Panas Terdeteksi di Sumatera, Modifikasi Cuaca Fokus ke Wilayah Riau-Jambi-Sumsel
Pemerintah memperluas operasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) ke Pulau Sumatera setelah kebakaran meluas di sejumlah wilayah Indonesia.
VIVA.co.id
24 Agustus 2026

1 hour ago
1
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

