Lombok Tengah, VIVA – Desa Adat Sade mengalami kebakaran pada Sabtu malam, 22 Agustus 2026. Kobaran api mengakibatkan hampir seluruh area permukiman dan harta benda milik warga setempat ludes terbakar.
Menurut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Tengah, terdapat 75 rumah dan 69 toko seni yang hangus karena musibah ini. Selain itu, terdapat pula masjid, lumbung alang-alang, berugak, serta beberapa fasilitas umum lainnya yang rusak berat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal, memimpin langsung peletakan batu pertama rekonstruksi Desa Adat Sade.
Acara penanda pembangunan tersebut, atau disebut nyemulak oleh masyarakat suku Sasak, disertai aksi bersih-bersih dan peduli dusun yang melibatkan pihak pemerintah dan masyarakat umum.
Turut serta dalam aksi kolektif ini, bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) NTB dan Sumbawa Timur Mining (STM), sebagai bentuk solidaritas terhadap waga yang terdampak.
Pembangunan Desa Adat Sade
Kepala DLHK NTB, Didik Mahmud Gunawan Hadi, mengapresiasi STM atas kepedulian dan dukungan dalam proses pemulihan Dusun Adat Sade.
“Kehadiran STM menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia usaha dengan pemerintah dan masyarakat adat. Dukungan ini sangat berarti, tidak hanya untuk memperbaiki infrastruktur dan fasilitas yang terdampak, tetapi juga untuk menjaga keberlangsungan nilai-nilai budaya, kearifan lokal, dan identitas Sade sebagai salah satu desa adat prioritas di NTB,” ujar dia dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 3 September 2026.
Ia pun mengatakan, dalam pemulihan pascakebakaran Desa Adat Sade, pemerintah membutuhkan kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai pihak.
"Ke depan, agar proses pemulihan Dusun Adat Sade berjalan lebih cepat dan berkelanjutan, kami berharap kolaborasi bisa diperluas pada beberapa sektor prioritas seperti pelestarian budaya dan adat, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta pendidikan dan kesehatan,” ungkapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Head of Communications STM, Cindy Elza mengatakan pihaknya menyalurkan berbagai peralatan untuk proses rekonstruksi dusun adat, dengan nilai bantuan lebih dari Rp123 juta.
Cindy mengatakan bahwa STM adalah bagian dari masyarakat NTB. Oleh karena itu, ketika warga Desa Adat Sade memerlukan dukungan, STM hadir mengambil peran sesuai hasil koordinasi dengan pemerintah.
Halaman Selanjutnya
“Kami berharap bantuan ini dapat mendukung proses pemulihan Dusun Adat Sade dan membantu masyarakat setempat untuk kembali menjalani aktivitasnya seperti sedia kala,” ujar Cindy.

1 week ago
8













