Pencarian 5 Wartawan Hilang Kontak Liput Anak Krakatau Belum Berbuah Hasil, Pos Antemortem Disiapkan Polisi

4 hours ago 2

Rabu, 9 September 2026 - 13:40 WIB

Banten, VIVA – Polda Banten menyiapkan pos antemortem di tengah pencarian lima wartawan yang hilang kontak saat menuju kawasan Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda. Pos tersebut disiapkan sebagai langkah kesiapsiagaan apabila nantinya diperlukan proses identifikasi.

Kapolda Banten, Inspektur Jenderal Polisi Hengki memerintahkan jajaran Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) untuk menyiapkan pos antemortem. Langkah itu dilakukan bersamaan dengan operasi pencarian yang memasuki hari kedua.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami telah menyiapkan posko antemortem sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam mendukung proses identifikasi apabila diperlukan," kata Hengki, Rabu, 9 September 2026.

Meski pos telah disiapkan, Hengki menegaskan pencarian terhadap rombongan wartawan masih terus dilakukan. Polda Banten bersama TNI, Basarnas, BMKG, BPBD, Polairud, Lanal dan unsur terkait lainnya masih menyisir wilayah perairan Selat Sunda.

“Sejak mendapatkan informasi pada hari Selasa, tim sudah melakukan pencarian. Dari kemarin hingga hari ini dilanjutkan, baik Basarnas, Polda, Polairud, Lanal, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya bersama-sama melakukan pencarian,” kata Hengki.

Rombongan wartawan tersebut sebelumnya berangkat menggunakan speedboat dari kawasan Carita menuju Gunung Anak Krakatau pada Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB.

Perjalanan yang diperkirakan berlangsung sekitar dua jam itu kemudian mengalami kendala komunikasi. Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi sekitar pukul 14.42 WIB.

Namun, rombongan kembali hilang kontak. Pada Selasa, 8 September 2026, operasi SAR hari pertama mulai dilakukan. Hingga memasuki hari kedua, keberadaan mereka belum ditemukan.

Polda Banten memastikan pencarian tetap menjadi prioritas. Namun, keselamatan personel yang diterjunkan juga menjadi perhatian karena operasi berlangsung di wilayah perairan.

“Kita akan bekerja keras untuk menemukan rekan-rekan kita yang sampai sekarang belum ditemukan. Namun, keselamatan seluruh tim terpadu yang melakukan pencarian juga harus menjadi perhatian,” kata dia.

Di tengah proses pencarian, Hengki kembali mengingatkan masyarakat dan pengguna transportasi laut untuk mematuhi imbauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Masyarakat diminta tidak mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius yang telah ditetapkan karena kondisi gunung masih tidak stabil.

“Dari Vulkanologi sudah mengimbau semenjak meningkatnya erupsi ini, tidak boleh mendekati dalam radius tiga kilometer. Jadi harus lebih dari tiga kilometer dari Gunung Anak Krakatau,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Hengki juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, termasuk isu tsunami yang beredar di media sosial.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |