Peneliti Jepang buat AI yang bisa 'Lihat Rahasia Gelap' di Dasar Laut

1 week ago 20

Jumat, 4 September 2026 - 10:04 WIB

VIVA - Tim peneliti Jepang telah mengembangkan sistem kecerdasan buatan (AI) untuk mendeteksi sampah plastik laut di dasar laut dengan lebih baik, seperti diungkapkan dalam sebuah jurnal internasional, seperti dikutip dari Kyodo, Jumat, 4 September 2026.

Tim dari Badan Sains dan Teknologi Kelautan-Bumi Jepang (JAMSTEC) mengembangkan sistem bernama DeepLitterAI. Sistem itu mampu memproses data dengan kecepatan hampir dua kali lipat dibandingkan dengan manusia dan diharapkan dapat digunakan untuk pemantauan sampah plastik laut secara waktu nyata.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tim tersebut menyusun kumpulan data yang terdiri dari sekitar 12.000 gambar berdasarkan rekaman dasar laut Jepang yang diambil oleh badan tersebut sejak 1983.

Kumpulan data itu mencakup objek sampah berukuran kecil serta objek non-sampah seperti bebatuan dan makhluk hidup, yang sering kali keliru diidentifikasi.

Tim kemudian melatih sistem tersebut menggunakan berbagai pola, seperti efek buram dan pembalikan gambar, untuk mengurangi kesalahan deteksi. Meskipun sebagian besar sampah plastik yang masuk ke laut akhirnya tenggelam ke dasar laut, sulit untuk mendapatkan gambaran yang akurat tentang kondisinya.

"Kami dapat dengan cepat mengidentifikasi area tempat sampah menumpuk dalam jumlah besar dan menggunakan informasi ini untuk menerapkan langkah-langkah penanggulangan," kata Ryota Nakajima, seorang ahli oseanografi biologi dalam tim tersebut.

Dalam pengujian menggunakan rekaman asli, sistem itu mampu mengidentifikasi jenis dan jumlah sampah bahkan ketika objek tersebut tampak sangat kecil, hanya mencakup 5 hingga 10 persen dari lebar gambar, serta berhasil mendeteksi 80 persen dari jenis sampah utama, seperti botol plastik dan kantong polietilena.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tingkat kesalahan dibandingkan dengan pemeriksaan visual oleh para ahli adalah sekitar 10 persen, dan sistem itu mampu menyelesaikan analisis hanya dalam beberapa hari, yang biasanya memakan waktu sekitar satu bulan jika dilakukan oleh manusia.

Mengingat rekaman laut dalam diambil menggunakan lensa sudut lebar, sistem AI yang ada sebelumnya hanya mampu mengenali sampah berukuran besar, sehingga sering kali melewatkan sampah yang lebih kecil. Tim peneliti melaporkan bahwa metode baru itu telah meningkatkan akurasi sebesar 1,6 kali lipat.

Ilustrasi remaja raup cuan dari AI

Cuma 3 Hari, Remaja 13 Tahun Ini Kantongi Rp300 Juta dari AI, Bagaimana Caranya?

Zhu Shuhan, remaja China berusia 13 tahun, berhasil meraup Rp316 juta dalam tiga hari dari aplikasi AI buatannya meski tak memiliki kemampuan coding. Baca di sini

img_title

VIVA.co.id

4 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |