Jumat, 4 September 2026 - 18:39 WIB
Manila, VIVA – Pengadilan Filipina mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Wakil Presiden Sara Duterte atas tuduhan ancaman serius, menurut pengacaranya, Jumat.
Paul Lawrence Lim menegaskan Duterte "tidak akan menghindari" hukum dan akan terus menempuh upaya hukum, menurut harian Manila Times.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Lawrence, Pengadilan Negeri Quezon City mengeluarkan surat perintah penangkapan dan menetapkan jaminan sebesar 120.000 peso (sekitar Rp33,7 juta)) untuk setiap dakwaan.
Departemen Kehakiman mengajukan tiga dakwaan "ancaman serius" terhadap Duterte atas pernyataannya tentang "pembunuhan" terhadap Presiden Ferdinand Marcos Jr., Ibu Negara Liza Araneta-Marcos, dan mantan Ketua DPR Martin Romualdez, menurut Kantor Berita Filipina.
Duterte menyampaikan pernyataan tersebut selama konferensi pers daring pada November 2024, dengan mengatakan mereka akan dibunuh jika ia terbunuh.
Duterte, 48 tahun, menjadi wakil presiden ke-15 dan termuda di negara Asia Tenggara saat terpilih mendampingi Marcos pada 2022 untuk masa jabatan tetap enam tahun.
Kantor Marcos menyatakan bahwa mereka "menghormati setiap keputusan atau arahan dari pengadilan."
Wakil presiden juga menghadapi sidang pemakzulan di parlemen.
Duterte, putri mantan Presiden Rodrigo Duterte, memasuki dunia politik pada 2007 ketika ia terpilih sebagai wakil wali kota Davao City, dan menjabat hingga 2010.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ia kemudian kembali terpilih sebagai wali kota Davao City pada 2010 dan menjabat hingga tahun 2013.
Duterte kemudian memenangkan pemilihan walikota pada 2016 dan 2019. (Ant)
Asap Karhutla Kalimantan Capai Filipina Picu Kekhawatiran, Warga Diimbau Pakai Masker N95
Asap kebakaran hutan dan lahan atau karhutla dari Kalimantan telah mencapai Manila Filipina, Selasa kemarin. Asap ini memicu kekhawatiran kesehatan warga Filipina
VIVA.co.id
3 September 2026

1 week ago
20













