Jakarta, VIVA – Pengalaman baru tidak hanya menambah cerita atau pencapaian. Berbagai situasi yang menuntut seseorang menghadapi tantangan, memecahkan masalah, hingga beradaptasi dengan kondisi berbeda juga dapat menjadi bagian dari proses mengasah kemampuan berpikir.
Dalam penelitian tentang pembelajaran, pengalaman baru atau novelty dikaitkan dengan kemampuan otak untuk menyesuaikan strategi ketika menghadapi situasi yang berubah. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Nature menemukan paparan terhadap pengalaman baru membantu tikus lebih fleksibel dalam mempelajari strategi berbeda, meski temuan tersebut belum bisa langsung disamakan dengan peningkatan kecerdasan pada manusia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Penelitian itu menyoroti peran hipokampus dan korteks prefrontal, dua bagian otak yang terlibat dalam proses pembelajaran dan pengambilan keputusan. Ketika menghadapi pengalaman baru, otak dapat memperbarui cara memproses informasi sehingga tidak terus terpaku pada strategi yang sebelumnya digunakan.
Dengan kata lain, pengalaman yang beragam dapat memberi kesempatan untuk melatih fleksibilitas berpikir. Namun, pengalaman saja tidak otomatis membuat seseorang lebih cerdas, karena proses belajar juga membutuhkan pengulangan, evaluasi, dan kemampuan mengambil pelajaran dari apa yang telah dihadapi.
Pengalaman menghadapi tantangan tersebut juga dapat diperoleh melalui berbagai aktivitas dan kompetisi. Sepanjang 2026, Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya mencatat 69 prestasi di berbagai ajang, terdiri dari 29 capaian tingkat internasional, 32 tingkat nasional, dan delapan tingkat provinsi.
Rektor Unika Atma Jaya Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), menilai pengalaman selama menempuh pendidikan dapat menjadi bagian dari proses pembentukan diri dan karakter. Ia juga menekankan bahwa pencapaian bukan satu-satunya hal yang penting dalam perjalanan tersebut.
“Prestasi itu sebenarnya hanya bagian dari proses perjalanan. Tugas kalian, tugas kita semua, adalah menjadi versi terbaik dari kita masing-masing. Soal hasil akhir, menang-kalah, itu persoalan eksternal yang banyak sekali,” ujarnya, dikutip Jumat 28 Agustus 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
![]()
Berbagai pengalaman, termasuk menghadapi keberhasilan dan kegagalan, dapat memberikan situasi berbeda yang menuntut seseorang untuk menilai kembali strategi yang digunakan. Proses tersebut dapat menjadi bagian dari pembelajaran untuk menghadapi persoalan berikutnya dengan pendekatan yang berbeda.
Halaman Selanjutnya
Penelitian lain yang didukung National Institutes of Health juga menunjukkan proses belajar tidak berhenti ketika seseorang selesai mencoba sesuatu. Saat beristirahat, otak dapat kembali memutar pola aktivitas yang berkaitan dengan keterampilan baru, dan proses tersebut dikaitkan dengan peningkatan kemampuan pada sesi latihan berikutnya.

2 weeks ago
22













