Pengalaman Lebih Penting dari Sekadar Gaji, Begini Cara Gen Z Memilih Pekerjaan Pertama

13 hours ago 2

Selasa, 10 Maret 2026 - 16:38 WIB

Jakarta, VIVA – Bagi banyak generasi muda, terutama Gen Z, pekerjaan pertama sering kali menjadi pengalaman penting untuk mengenal dunia kerja. Mulai dari belajar disiplin waktu, berkomunikasi dengan pelanggan, hingga bekerja dalam tim, fase ini kerap menjadi fondasi sebelum melangkah ke jenjang karier berikutnya.

Fenomena tersebut juga terlihat pada sektor restoran cepat saji yang selama ini dikenal sebagai salah satu pintu masuk dunia kerja bagi anak muda. Studi independen yang dilakukan oleh Oxford Economics mencatat bahwa sebagian besar tenaga kerja di jaringan restoran McDonald’s Indonesia berada pada rentang usia awal karier. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam analisis yang dilakukan terhadap operasional McDonald’s Indonesia, Oxford Economics menemukan bahwa 43 persen dari total karyawan perusahaan berada pada kelompok usia 18 hingga 24 tahun. Angka ini menunjukkan bahwa banyak anak muda menjadikan pekerjaan di sektor layanan sebagai langkah awal membangun pengalaman profesional.

Menurut Stephen Foreman, Associate Director Oxford Economics, kontribusi perusahaan semacam ini tidak hanya terlihat dari aktivitas bisnisnya, tetapi juga dari dampak terhadap kesempatan kerja bagi masyarakat.

“Hasil riset kami membuktikan besarnya kontribusi McDonald’s bagi dunia usaha dan komunitas lokal di seluruh Indonesia, yang turut mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, pengembangan waralaba, dan kemitraan dengan pemasok lokal,” ujar Stephen dalam keterangannya, dikutip Selasa 10 Maret 2026. 

Pengalaman kerja pertama sering kali menjadi ruang belajar yang penting bagi Gen Z. Selain memperoleh penghasilan, mereka juga mendapatkan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dasar seperti komunikasi, manajemen waktu, hingga tanggung jawab profesional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain memberi kesempatan bagi pekerja muda, studi tersebut juga mencatat representasi perempuan yang cukup besar dalam struktur tenaga kerja. Sekitar 40 persen karyawan merupakan perempuan, dengan 44 persen posisi kepemimpinan diisi oleh pemimpin perempuan.

Di luar ketenagakerjaan, studi tersebut juga menyoroti keterlibatan rantai pasok domestik. Sekitar 76 persen bahan baku restoran berasal dari dalam negeri, termasuk ayam, sayuran, telur, beras, cabai, dan minyak goreng yang diproduksi oleh pelaku usaha lokal.

Halaman Selanjutnya

Michael Hartono, Director of Marketing, Communications, Digital, Strategy & Insight McDonald’s Indonesia, mengatakan bahwa perusahaan berupaya menjaga hubungan jangka panjang dengan masyarakat dan mitra lokal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |