Jakarta, VIVA – Pengamat Kebijakan Energi, Sofyano Zakaria, mempertanyakan dasar ilmiah yang digunakan untuk menyimpulkan bahwa PLTU Suralaya di Banten merupakan penyebab utama polusi udara di Jakarta.
Menurutnya, kesimpulan tersebut perlu didukung data dan kajian, yang dapat menjelaskan hubungan antara emisi dari PLTU Suralaya dengan kualitas udara di Jakarta.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kalau benar emisi PLTU Suralaya terbawa hingga Jakarta dan menjadi penyebab signifikan polusi, harus bisa dibuktikan secara ilmiah melalui data emisi, arah dan kecepatan angin, pemodelan dispersi, serta pengukuran konsentrasi polutan di Jakarta,” kata Sofyano dalam keterangannya, Jumat, 21 Agustus 2026.
Ilustrasi Polusi udara | Photo by Marek Piwnicki on Unsplash
Dia mengatakan, analisis mengenai dampak PLTU Suralaya juga perlu melihat kondisi wilayah yang berada lebih dekat dengan sumber emisi, termasuk Banten. Menurutnya, jejak pergerakan polutan dari sumber emisi hingga wilayah terdampak harus dijelaskan secara transparan.
“Jangan sampai Jakarta dituding terdampak, tetapi mekanisme dan jejak pencemarannya di wilayah yang lebih dekat dengan sumber emisi tidak dijelaskan secara transparan,” ujarnya.
Sofyano juga meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyampaikan data pendukung, apabila menyatakan PLTU Suralaya berkontribusi terhadap polusi udara di Ibu Kota.
“Kalau pemerintah daerah menyatakan PLTU Suralaya berpengaruh, tunjukkan bukti ilmiahnya. Publik berhak melihat data, bukan sekadar pernyataan,” kata Sofyano.
Menurutnya, polusi udara Jakarta merupakan persoalan yang kompleks, karena dapat dipengaruhi berbagai sumber mulai dari emisi kendaraan bermotor, aktivitas industri, konstruksi dan debu jalan, pembakaran terbuka hingga sumber emisi dari wilayah sekitar.
Dia mengatakan, faktor meteorologi juga berpengaruh terhadap konsentrasi polutan di udara Jakarta. Karenanya, penentuan sumber dominan polusi membutuhkan analisis yang mempertimbangkan sumber emisi sekaligus kondisi atmosfer.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejumlah kajian sebelumnya menempatkan sektor transportasi sebagai salah satu kontributor penting polusi udara Jakarta. Di sisi lain, kajian Institut Teknologi Bandung (ITB) yang pernah dirujuk pemerintah juga menunjukkan bahwa pergerakan emisi PLTU Suralaya menuju Jakarta bergantung pada kondisi meteorologi tertentu.
“Jadi, menjadikan PLTU Suralaya sebagai penyebab utama tanpa pembuktian komprehensif adalah kesimpulan yang terlalu sederhana. Pemerintah harus membedakan antara ‘salah satu sumber’ dan ‘penyebab utama’," ujarnya.
Pramono: PLTU di Kawasan Suralaya Banten Jadi Salah Satu Penyebab Polusi Udara di Jakarta.
Menurut Pramono, persoalan polusi Jakarta tidak hanya berasal dari kendaraan dan sektor transportasi, namun aktivitas industri di wilayah sekitar Jakarta
VIVA.co.id
20 Agustus 2026

6 hours ago
1


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)