Pengelolaan Sampah Plastik dari Aktivitas Penerbangan Bisa Perkuat Ekonomi Sirkular, Ini Contohnya

1 hour ago 2

Senin, 24 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Jakarta, VIVA – Inisiatif pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dari aktivitas penerbangan, dapat dipilah dan disalurkan ke ekosistem daur ulang untuk mendukung pemanfaatan kembali material bernilai ekonomi, sekaligus mendorong praktik ekonomi sirkular yang lebih luas.

Hal itulah yang diusung AQUA dan Citilink melalui kampanye 'Semangat Gerak', guna mengajak masyarakat untuk terus menjelajahi lebih banyak destinasi dengan tetap peduli terhadap lingkungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Chief Executive Officer (CEO) Danone Indonesia, Laurent Boissier mengatakan, melalui pengembangan inisiatif pengelolaan sampah plastik dari aktivitas inflight, kedua perusahaan ingin menghadirkan contoh kolaborasi lintas industri yang menghubungkan sektor transportasi udara dengan ekosistem daur ulang.

"Dimana Bali menjadi salah satu rute yang akan menjadi pilot project dari inisiatif ini," kata Laurent dalam keterangannya, Minggu, 23 Agustus 2026.

Ilustrasi sampah plastik.

Photo :

  • ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

Dia meyakini bahwa mobilitas dan keberlanjutan dapat berjalan berdampingan. Melalui Semangat Gerak, pihaknya ingin menunjukkan bahwa kolaborasi lintas industri dapat menghadirkan solusi yang lebih konkret dalam mendorong ekonomi sirkular.

"Inisiatif ini menjadi langkah nyata untuk memperkuat pengumpulan dan pengelolaan sampah plastik pascakonsumsi dengan melibatkan mitra dan komunitas lokal,” ujarnya.

AQUA telah mengembangkan inisiatif pengumpulan dan daur ulang kemasan pascakonsumsi sejak 1993, yang kemudian diperkuat melalui gerakan #BijakBerplastik pada 2018. 

Saat ini, AQUA bersama para mitra telah mengembangkan ekosistem pengumpulan dan daur ulang yang mencakup bank sampah induk, Recycling Business Unit (RBU), collection center, TPST, dan TPS3R di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui ekosistem tersebut, AQUA bersama para mitranya mengumpulkan lebih dari 51.000 ton sampah plastik per tahun, untuk didaur ulang menjadi material bernilai ekonomi. Termasuk sebagai bahan baku kemasan produk baru sesuai standar dan ketentuan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di Bali, AQUA juga telah mengembangkan ekosistem daur ulang yang terintegrasi, mulai dari inovasi kemasan, penguatan sistem pengumpulan, hingga edukasi kepada masyarakat. Baru-baru ini, dengan kerja sama dengan berbagai mitra dan komunitas lokal, AQUA turut mengembangkan kawasan Sanur sebagai area yang lebih berkelanjutan melalui penempatan model bisnis isi ulang.

Tujuannya yakni untuk membantu mengurangi timbulan sampah kemasan, penyediaan tempat sampah terpilah (dropbox), serta Reverse Vending Machine (RVM) untuk meningkatkan pengumpulan kemasan plastik pascakonsumsi.

Halaman Selanjutnya

Direktur Utama Citilink, Darsito Hendroseputro mengatakan, bagi pihaknya, kolaborasi ini sejalan dengan upaya perusahaan menghadirkan pengalaman perjalanan yang nyaman sekaligus lebih bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |