Penjualan BYD di China Anjlok, Pasar Luar Negeri Jadi Penyelamat

1 week ago 9

Rabu, 2 September 2026 - 20:00 WIB

Beijing, VIVA – BYD semakin mengandalkan pasar luar negeri di tengah tekanan penjualan di negara asalnya, China. Kondisi tersebut terlihat dari kinerja semester pertama 2026, ketika pendapatan BYD dari pasar internasional untuk pertama kalinya menyumbang lebih dari separuh total pendapatan perusahaan.

Berdasarkan laporan keuangan BYD, pendapatan dari pasar luar China mencapai 181,27 miliar yuan atau sekitar 52,6 persen dari total pendapatan pada paruh pertama 2026. Angka tersebut naik 33,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sementara pendapatan dari China, Hong Kong, Makau, dan Taiwan turun 30,7 persen menjadi 163,55 miliar yuan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Disadur VIVA Otomotif dari CNC, Rabu 2 September 2026, perubahan tersebut tidak lepas dari meningkatnya penjualan kendaraan BYD di luar China. Sepanjang Januari-Juni 2026, BYD menjual sekitar 792 ribu kendaraan di pasar internasional, naik 67,8 persen secara tahunan dan menyumbang hampir 44 persen dari total penjualan kendaraan energi baru perusahaan.

Sebaliknya, pasar domestik China menghadapi persaingan yang semakin ketat. Perang harga dan meningkatnya pilihan kendaraan dari produsen lokal membuat BYD menghadapi tekanan lebih besar untuk mempertahankan penjualan di pasar yang selama ini menjadi basis utamanya.

Kondisi tersebut bahkan berlanjut setelah semester pertama berakhir. Pada Agustus 2026, BYD menjual 440.293 kendaraan energi baru secara global, naik 17,8 persen dibandingkan Agustus tahun lalu.

Namun, pertumbuhan tersebut terutama berasal dari pasar luar negeri. Ekspor BYD pada Agustus mencapai rekor 189.466 unit, melonjak 134,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menyumbang sekitar 43 persen dari total penjualan bulan tersebut.

Di China, BYD mencatat penjualan sekitar 250.827 unit pada Agustus. Angka tersebut memang naik dibandingkan Juli, tetapi masih turun 14,3 persen secara tahunan, menunjukkan bahwa tekanan di pasar domestik belum sepenuhnya mereda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika melihat data Januari-Agustus 2026, ketergantungan BYD terhadap pasar internasional semakin terlihat. Penjualan luar negeri mencapai sekitar 1,16 juta unit, naik 85,7 persen, sedangkan penjualan domestik turun 32,7 persen menjadi sekitar 1,51 juta unit.

Ekspansi global juga memberikan kontribusi terhadap profitabilitas BYD. Pada semester pertama 2026, margin kotor bisnis luar negeri mencapai sekitar 22 persen, lebih tinggi dibandingkan margin kotor perusahaan secara keseluruhan yang berada di 18,85 persen.

Halaman Selanjutnya

Meski begitu, performa perusahaan secara keseluruhan masih menghadapi tekanan. Pendapatan BYD pada semester pertama 2026 turun 7,1 persen menjadi 344,82 miliar yuan, sementara laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemegang saham turun 20,5 persen menjadi 12,33 miliar yuan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |