Penyakit Jantung Bawaan Bisa Terdeteksi Sejak Kehamilan, Dokter Ungkap Risiko dan Pentingnya Kesiapan Dini

4 weeks ago 4

Selasa, 10 Februari 2026 - 20:18 WIB

Jakarta, VIVA – Penyakit jantung bawaan (PJB) merupakan salah satu penyakit kronis pada anak yang kerap luput dari perhatian masyarakat. Banyak orang tua baru menyadari anaknya mengidap kelainan jantung setelah muncul gejala berat, bahkan ketika kondisi sudah memasuki fase kritis. Padahal, dengan kemajuan medis saat ini, penyakit jantung bawaan sebenarnya sudah bisa dikenali sejak bayi masih berada di dalam kandungan.

Ketua Pokja Kardiologi Pediatrik dan Penyakit Jantung Bawaan, dr. Oktavia Lilyasari, SpA(K), menjelaskan bahwa penyakit jantung bawaan tidak muncul tanpa sebab. Ada sejumlah faktor risiko yang sudah lama dikenali dalam dunia medis, terutama yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ibu selama kehamilan dan faktor genetik keluarga.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam penjelasannya, dr. Oktavia memaparkan bahwa penyakit yang diderita ibu, infeksi selama kehamilan, hingga riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko anak lahir dengan penyakit jantung bawaan.

“Kalau misalnya ibunya punya penyakit seperti diabetes atau gangguan imun, atau ibu mengalami infeksi saat kehamilan, yang paling sering itu toksoplasmosis, sitomegalovirus, atau rubella, atau bisa juga ibunya sendiri mengidap kelainan bawaan, termasuk penyakit jantung bawaan, atau ada riwayat penyakit jantung bawaan di keluarga, maka risiko anak terkena penyakit jantung bawaan sekitar 1–3 persen,”ujar dr. Oktavia saat peresmian Rumah Singgah Kemanggisan oleh RMHC di Jakarta Barat pada Selasa, 10 Februari 2026. 

Selain kondisi kesehatan ibu, penggunaan obat-obatan tertentu juga menjadi perhatian serius, terutama pada masa awal kehamilan. Menurut dr. Oktavia, tidak semua obat aman dikonsumsi saat janin sedang mengalami proses pembentukan organ vital.

Ia menegaskan bahwa beberapa jenis obat memiliki dampak langsung terhadap perkembangan organ janin.

“Beberapa obat bersifat teratogenik, artinya bisa menyebabkan gangguan pada proses pembentukan organ jantung saat bayi masih di dalam kandungan,” jelasnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa trimester pertama merupakan periode paling krusial dalam kehamilan.

“Jantung dan organ-organ lain terbentuk pada trimester pertama, yaitu tiga bulan pertama kehamilan. Karena itu, pada tiga bulan pertama biasanya kami selalu mengingatkan ibu hamil untuk tidak minum obat sembarangan, tidak minum jamu sembarangan, dan semua harus berdasarkan anjuran dokter,” jelasnya lagi. 

Halaman Selanjutnya

Tidak hanya obat, faktor lingkungan dan kelainan genetik juga berperan dalam munculnya penyakit jantung bawaan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |