Penyesalan Kapten Fajar Alfian Usai Tim Thomas Ukir Sejarah Kelam di Piala Thomas 2026

1 day ago 1

Kamis, 30 April 2026 - 13:00 WIB

Horsens, VIVA – Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian, menyampaikan permohonan maaf yang mendalam kepada seluruh pencinta bulutangkis tanah air. Hal ini menyusul kegagalan bersejarah skuad Merah Putih yang harus angkat koper lebih awal dari ajang Piala Thomas 2026.

Permohonan Maaf Sang Kapten

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah Indonesia terhenti secara menyakitkan setelah dibungkam oleh Prancis dengan skor telak 1-4 pada partai terakhir Grup D. Hasil tersebut membuat Indonesia hanya finis di peringkat ketiga, kalah koefisien set dari Thailand dan Prancis.

“Saya atas nama tim Thomas Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas kekalahan kami tadi malam. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik, tetapi tim Prancis juga tampil sangat baik,” ujar Fajar Alfian dalam keterangan resminya melalui PBSI.

Kapten tim Thomas Indonesia, Fajar Alfian (kanan)

Tamparan Keras dan Pelajaran Berharga

Kegagalan ini menjadi noda hitam dalam sejarah bulu tangkis Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak turnamen ini digelar, tim Thomas Indonesia gagal melaju ke babak gugur. Sebelumnya, catatan terburuk tim putra terjadi pada tahun 2012 saat kandas di babak perempat final.

Fajar yang kini berusia 31 tahun mengakui bahwa performa tim memang belum mencapai level maksimal. Namun, ia bertekad menjadikan kegagalan memilukan ini sebagai titik balik untuk berbenah diri.

“Kami mengerti performa kami belum maksimal dan ini menjadi pelajaran yang sangat berharga untuk menatap ke depan. Terima kasih untuk semua dukungan yang telah diberikan. Kami bertekad akan kembali lebih kuat,” tegas Fajar.

Langkah Evaluasi PBSI

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menyikapi hasil minor ini, PP PBSI berkomitmen untuk melakukan evaluasi total. Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Eng Hian, menegaskan bahwa fokus utama ke depan adalah membenahi konsistensi performa, kesiapan fisik, hingga mental bertanding para atlet.

PBSI juga menyoroti perlunya kesiapan dalam menghadapi tim-tim yang memiliki fleksibilitas komposisi pemain tinggi seperti yang ditunjukkan oleh Prancis pada laga penentuan tersebut.

Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pelatnas PP PBSI Eng Hian.

PBSI Minta Maaf, Akui Prancis Tampil Lebih Baik Usai Tim Thomas Indonesia Tersingkir

Awan hitam menyelimuti bulutangkis Indonesia setelah tim Thomas Indonesia dipastikan tersingkir dari ajang Piala Thomas 2026. Hasil ini menjadi catatan terburuk

img_title

VIVA.co.id

30 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |