Jakarta, VIVA – Perang yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memberikan dampak langsung pada ekonomi global. Salah satu sektor yang paling cepat merasakan efeknya adalah energi, khususnya harga bahan bakar minyak (BBM).
Sejak serangan terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026, harga bensin di berbagai negara melonjak tajam. Lonjakan ini dipicu oleh gangguan pasokan energi global, terutama karena jalur distribusi minyak utama di kawasan Timur Tengah ikut terdampak.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut data yang dianalisis dari platform pemantau harga energi Global Petrol Prices, setidaknya 85 negara melaporkan kenaikan harga bensin setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari.
Beberapa negara bahkan mengalami lonjakan harga yang sangat signifikan. Berikut informasi selengkapnya, sebagaimana dirangkum dari Al Jazeera, Kamis, 12 Maret 2026.
Kamboja mencatat kenaikan harga bensin tertinggi, hampir 68 persen. Harga bensin oktan 95 di negara tersebut naik dari US$1,11 per liter (sekitar Rp18.648) pada 23 Februari menjadi US$1,32 per liter (sekitar Rp22.176) pada 11 Maret. Vietnam menyusul dengan kenaikan sekitar 50 persen, diikuti Nigeria 35 persen, Laos 33 persen, dan Kanada sekitar 28 persen.
Kenaikan harga ini diperkirakan belum mencapai puncaknya. Sebab beberapa negara biasanya memperbarui harga energi hanya pada akhir bulan, sehingga lonjakan harga yang lebih tinggi kemungkinan baru terlihat pada April.
Di Amerika Serikat, harga bensin juga mengalami kenaikan signifikan sejak perang Iran dimulai. Menurut data dari AAA Fuel Prices, harga rata-rata bensin reguler yang sebelumnya sekitar US$2,94 per galon (sekitar Rp49.392) pada Februari kini meningkat menjadi US$3,58 per galon (sekitar Rp60.144). Kenaikan ini setara dengan sekitar 20 persen.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di beberapa negara bagian, harga bensin bahkan sudah melampaui US$4 per galon (sekitar Rp67.200). Negara bagian California mencatat harga tertinggi, menembus US$5 per galon atau sekitar Rp84.000, yang merupakan level tertinggi dalam lebih dari dua tahun terakhir.
Kawasan Asia menjadi wilayah yang paling rentan terhadap gangguan pasokan energi akibat perang Iran. Hal ini karena banyak negara di kawasan tersebut sangat bergantung pada pasokan minyak dari Timur Tengah.
Halaman Selanjutnya
Salah satu titik krusial adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur ini merupakan satu-satunya akses utama bagi negara-negara penghasil minyak di kawasan tersebut menuju pasar global.

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
