Perang Lawan Iran bikin AS Kewalahan: Dana Gaji Prajurit sampai Dikorek untuk Tutupi Biaya Tempur

2 weeks ago 23

Jumat, 28 Agustus 2026 - 13:58 WIB

VIVA - Operasi militer Amerika Serikat (AS) terhadap Iran telah memicu krisis keuangan serius di tubuh angkatan bersenjata dan memaksa pimpinan Angkatan Laut AS mengalihkan dana yang semula diperuntukkan bagi pembayaran gaji guna menutupi biaya pertempuran yang sedang berlangsung.

The Guardian, yang mengutip dokumen internal Pentagon, Jumat, 28 Agustus 2026, melaporkan pada Kamis bahwa operasi militer dan pemeliharaan blokade laut telah menguras persediaan amunisi dan membuat Angkatan Laut AS hampir kehabisan dana yang tersedia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dana untuk gaji... dialihkan untuk membiayai kebutuhan darurat di luar negeri dan kini ditutupi kembali menggunakan dana yang belum terpakai. Mereka mengisi kembali pos gaji agar kami menerima pembayaran gaji yang cukup,” kata seorang pejabat Angkatan Laut AS.

Surat kabar tersebut menambahkan bahwa anggaran Angkatan Laut AS pada 2026 yang bernilai sekitar US$300 miliar (Rp5.323 triliun) tidak mencakup biaya operasi melawan Teheran.

Pada saat yang sama, peluang Kongres menyetujui paket pendanaan darurat senilai US$67 miliar (Rp1.188 triliun) yang diajukan oleh Gedung Putih masih kecil.

Pada April 2026, sebuah laporan dari Center for Strategic and International Studies menyatakan bahwa AS berisiko menghadapi kekurangan kritis rudal berpemandu presisi dalam konfrontasi berskala besar di masa depan akibat terkurasnya persediaan senjata.

Pada kesempatan terpisah, Wakil Menteri Perminyakan Iran Ahmad Zeraatkar mengatakan Teheran telah memulihkan sekitar 40 persen kapasitas produksi yang rusak di ladang minyak dan gas South Pars.

“Kami dapat mengatakan bahwa kami... berhasil memulihkan sekitar 40 persen kapasitas yang rusak,” kata Zeraatkar, dalam wawancara dengan kantor berita Fars.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Fasilitas di South Pars diserang oleh AS dan Israel selama eskalasi konflik pada Maret 2026. Pada Mei, otoritas Iran mengatakan bahwa rencana untuk memulihkan dan memodernisasi infrastruktur yang terdampak telah disusun, dengan pelaksanaannya ditargetkan selesai dalam waktu maksimal dua tahun.

Sekitar 50 persen pekerjaan pemulihan fasilitas South Pars direncanakan selesai pada musim dingin 2027. Zeraatkar menambahkan bahwa infrastruktur tersebut mengalami kerusakan serius dan pemulihan kapasitas secara penuh dapat memerlukan waktu setidaknya dua tahun.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump

Donald Trump Terus Injak Iran, Teheran Ancam Gebuk Kepentingan Ekonomi AS

Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei menargetkan kepentingan ekonomi Amerika Serikat (AS) jika blokade maritim terhadap negaranya dilanjut.

img_title

VIVA.co.id

28 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |