Peringati Maulid Nabi, Sarmuji Serukan Perkuat Keluarga Sebagai Fondasi Persatuan Umat dan Bangsa

4 days ago 2

Rabu, 9 September 2026 - 19:10 WIB

Jakarta, VIVA – DPP Pengajian Al-Hidayah menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan menyerukan pentingnya memperkuat keluarga sebagai fondasi persatuan umat dan bangsa.

Peringatan Maulid Nabi itu berlangsung di Ballroom Lantai II Grha DPP Partai Golkar, Jakarta, Selasa, 8 September 2026, mengangkat tema “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW untuk Menguatkan Keluarga, Umat, dan Persatuan Bangsa.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, M. Sarmuji mengingatkan peserta agar tidak memandang Maulid Nabi hanya sebagai kegiatan seremonial. 

Momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW harus menjadi kesempatan untuk mempelajari dan mempraktikkan keteladanan Rasulullah SAW. 

Ia mengatakan sisi kemanusiaan Rasulullah sebagai bagian yang sangat dekat dengan kehidupan umat. 
 
“Rasulullah itu dari jenis kita sendiri. Jadi sisi kemanusiaannya itu yang justru bisa kita contoh,” kata Sarmuji dalam keterangan tertulis, Rabu, 9 September 2026. 
 
Sarmuji mengatakan Rasulullah dapat menjadi teladan bagi berbagai kalangan. Dalam kehidupan keluarga, misalnya, Rasulullah dapat menjadi contoh bagi seorang suami. 

Sementara dalam konteks kepemimpinan, Rasulullah juga memiliki keteladanan sebagai pemimpin masyarakat. 
 
Sarmuji menegaskan bahwa meneladani Rasulullah tidak harus selalu dilakukan melalui tindakan besar. Umat dapat memulainya melalui kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. 

Misalnya, kata dia, terkait dengan adab masuk rumah dengan kaki kanan, makan menggunakan tangan kanan, dan masuk kamar mandi dengan kaki kiri. Kebiasaan tersebut, menunjukkan bahwa keteladanan Rasulullah dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari. 
 
"Karena itu, peringatan Maulid Nabi seharusnya tidak berhenti pada seremoni, melainkan mendorong perubahan perilaku dan akhlak. Semangat yang dibangun dalam peringatan Maulid Nabi DPP Pengajian Al-Hidayah tersebut menempatkan keluarga sebagai titik awal penguatan persatuan," kata Sarmuji.

Ia mengatakan bahwa keluarga yang menanamkan akhlak dan sikap saling menghormati akan membentuk individu yang mampu hidup berdampingan dengan masyarakat yang beragam. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keteladanan Rasulullah SAW tidak hanya menjadi materi yang disampaikan dalam peringatan Maulid, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan keluarga, masyarakat, umat, dan bangsa. 

"Melalui keluarga yang kuat, persaudaraan yang kokoh, serta kepedulian sosial yang terus tumbuh, Al-Hidayah diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga persatuan dan memperkuat kehidupan bangsa Indonesia," katanya.

Halaman Selanjutnya

Sementara, Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah, Hetifah Sjaifudian, mengatakan upaya membangun persatuan bangsa harus dimulai dari lingkungan paling dasar, yakni keluarga. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |