Perkuat Daya Saing UMKM, BKPM Gandeng IWIP Dorong Kemitraan Inklusif dengan Industri

1 week ago 10

Selasa, 1 September 2026 - 19:05 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menggandeng PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), memperkuat kemitraan dunia usaha dan UMKM guna meningkatkan kapasitas, memperluas akses pasar, serta mendorong daya saing pelaku usaha lokal di Maluku Utara.

Direktur Pemberdayaan Usaha Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Delfinur Rizky Novihamzah mengatakan, perkembangan investasi dan industri di Maluku Utara turut membuka peluang bagi pelaku usaha lokal untuk berkembang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, kehadiran IWIP menjadi bagian dari perkembangan tersebut, yang telah memberikan dampak positif bagi Kabupaten Halmahera Tengah dan Maluku Utara secara lebih luas.

"Sekaligus membuka ruang bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat dalam ekosistem industri," kata Delfinur dalam keterangannya, Selasa, 1 September 2026.

Ilustrasi UMKM.

Photo :

  • ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah

Karenanya, upaya itu diwujudkan melalui kegiatan Diseminasi Kebijakan Kemitraan Usaha Nasional, dalam Rangka Penanaman Modal yang mempertemukan 160 pelaku UMKM dengan IWIP dan sejumlah tenant di kawasan industri di Ternate, Maluku Utara.

"Kegiatan ini membuka akses UMKM terhadap peluang kemitraan, pembiayaan, dan rantai pasok industri melalui pengenalan profil serta kapasitas usaha," ujar Delfinur.

Dia menambahkan, kemitraan tidak cukup berhenti pada komitmen. Pemerintah mendorong agar kebutuhan usaha besar dapat dipertemukan dengan calon vendor lokal, yang memiliki legalitas dan kesiapan usaha serta memastikan proses kemitraan dapat direalisasikan, dipantau, dan dikawal.

"Kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah, asosiasi, serta dunia usaha menjadi penting untuk memperluas akses UMKM terhadap peluang tersebut," ujarnya.

General Manager External Relations IWIP, Yudhi Santoso mengatakan, peluang bagi pelaku usaha lokal masih terbuka untuk memenuhi berbagai kebutuhan rantai pasok IWIP dan tenant. Yakni mulai dari bahan makanan, pakaian kerja, dan kebutuhan operasional hingga logistik dan transportasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Kuartal II-2026, realisasi belanja IWIP kepada UMKM mencapai Rp 1,1 triliun, sementara 77,6 persen belanja IWIP dilakukan di Maluku Utara. Yudhi menekankan, IWIP ingin semakin banyak UMKM lokal yang siap masuk dan bertahan dalam rantai pasok industrinya.

"Kami membuka ruang komunikasi dan kerja sama, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk memperkuat legalitas, konsistensi kualitas, harga yang kompetitif, ketepatan waktu, dan pelayanan. Aspek-aspek tersebut menjadi fondasi agar kemitraan dapat tumbuh dalam jangka panjang,” ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Rangkaian kegiatan mencakup talkshow “Penguatan Ekosistem Kemitraan dan Pembiayaan Inklusif bagi UMKM,” dua sesi business matching, dan pemberian penghargaan kepada lima UMKM mitra IWIP.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |