Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, menerima kunjungan Menteri Besar Selangor, Malaysia, YAB Dato' Seri Amirudin Bin Shari, guna memperkuat kemitraan ekonomi Indonesia-Malaysia melalui peningkatan perdagangan, investasi, pengembangan industri strategis, serta pembangunan sumber daya manusia.
Dyah Roro menegaskan, Indonesia dan Selangor memiliki hubungan ekonomi yang semakin erat, dengan karakteristik ekonomi yang saling melengkapi. Nilai perdagangan Indonesia-Malaysia pada 2025 mencapai US$24,22 miliar, yang mencerminkan kuatnya hubungan dagang kedua negara dan menjadi fondasi bagi kolaborasi yang lebih luas di kawasan ASEAN.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Indonesia memandang Selangor sebagai salah satu mitra ekonomi paling strategis di Malaysia. Kedekatan geografis, konektivitas logistik yang kuat, serta struktur ekonomi yang saling melengkapi menjadi modal penting untuk membangun rantai pasok regional yang lebih tangguh dan menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif," kata Dyah Roro dalam keterangannya, Jumat, 10 Juli 2026.
Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti, usai melakukan sertijab di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Selasa, 22 Oktober 2024
Photo :
- VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya
Salah satu agenda utama yang mendapat apresiasi adalah penyelenggaraan Selangor International Business Summit (SIBS) @ ASEAN 2026: Bandung Edition, yang untuk pertama kalinya diselenggarakan di luar Malaysia dengan memilih Indonesia sebagai tuan rumah.
Pemerintah Indonesia menilai, penyelenggaraan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan antarpelaku usaha sekaligus membuka peluang investasi dan perdagangan baru di kawasan ASEAN.
Dyah Roro juga menekankan, pemerintah memiliki peran penting dalam menciptakan iklim usaha yang kondusif melalui kebijakan perdagangan yang adaptif. Namun, peningkatan hubungan ekonomi akan semakin optimal apabila didukung kolaborasi aktif antarpelaku usaha melalui kemitraan business-to-business (B2B) yang berkelanjutan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selain perdagangan, kedua pihak sepakat memperluas kerja sama pada berbagai sektor strategis, antara lain industri semikonduktor, manufaktur bernilai tambah, dirgantara, maintenance, repair and overhaul (MRO), pusat data, ekonomi digital, logistik, hingga pengembangan infrastruktur. Berbagai peluang tersebut dinilai mampu memperkuat daya saing industri sekaligus meningkatkan integrasi rantai pasok regional.
Dalam bidang pengembangan sumber daya manusia, Indonesia menyambut baik tawaran Pemerintah Selangor untuk mendukung pengembangan talenta Indonesia di sektor semikonduktor, melalui program pelatihan yang melibatkan perusahaan-perusahaan teknologi global. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kapasitas SDM Indonesia dalam menghadapi transformasi industri berbasis teknologi tinggi.
Halaman Selanjutnya
Kedua pihak juga sepakat memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan vokasi, peningkatan kompetensi tenaga kerja, transfer teknologi, serta pertukaran pengetahuan guna menciptakan tenaga kerja yang siap menghadapi kebutuhan industri masa depan.

5 days ago
3











