Phnom Penh, VIVA – Dexa Medica memiliki peran penting dalam peningkatan layanan sektor kesehatan Kamboja terutama dalam akses obat-obatan berkualitas. Perusahaan memanfaatkan sumber daya manusia dan alam yang melimpah di Indonesia untuk mendorong inovasi farmasi serta peningkatan layanan kesehatan.
Perusahaan farmasi asal Indonesia yang berdiri sejak tahun 2000 ini telah menjadi bagian penting dalam peningkatan layanan kesehatan di Kamboja. Saat ini, Dexa Medica menghadirkan lebih dari 100 SKU produk farmasi terdaftar di berbagai kelas terapi, termasuk onkologi, pernapasan, serta kardiovaskular-metabolik.
Founder & CEO Dynamic Group, Tom Kimson menuturkan, akses terhadap obat-obatan berkualitas tinggi merupakan aspek krusial dalam pembangunan sistem kesehatan yang lebih baik di Kamboja. Sehingga penting untuk mempererat hubungan kerja sama antara Indonesia dan Kamboja dalam sektor kesehatan.
Dexa Medica telah mengadopsi teknologi Pharma 4.0 yang pada setiap tahap standarisasi dan validasi guna menjaga kualitas secara konsisten. Teknologi Pharma 4.0 membantu memastikan setiap produk telah melewati Uji Bioekivalensi untuk memastikan kesetaraan terapeutik dengan obat referensi.
Ilustrasi beli obat bisa lewat layanan telefarmasi.
"Dengan inovasi ini, Dexa Medica terus mendukung komunitas medis dalam menyediakan solusi kesehatan yang lebih tepat dan efektif bagi pasien,” ungkap Molecular Pharmacologist Dexa Group, Prof Raymond Tjandrawinata.
Perjalanan Dexa Medica di negeri Gajah Putih dimulai pada tahun 1998. Saat itu, Dynamic Group mulai mengimpor obat-obatan esensial untuk mendukung Kementerian Kesehatan Kamboja.
Kerja sama antara PT Anugrah Argon Medica (AAM), entitas anak dari PT Medela Potentia Tbk, dan Dynamic Group melahirkan Dynamic Argon Co., Ltd pada tahun 2019. Perusahan tersebut berperan sebagai distribusi farmasi modern yang menerapkan standar internasional Good Distribution Practices (GDP).
Dynamic Argon Co., Ltd., memiliki jaringan distribusi luas di Kamboja yang encakup lebih dari 7.500 fasilitas kesehatan yang terdiri dari lebih dari 2.600 apotek, 550 klinik, serta 45 rumah sakit pemerintah dan swasta. Selain itu, ada 2.500 medical cabinet, 95 modern trade, 1.500 traditional trade, serta 210 specialized store.
"Dengan cakupan ini, perusahaan memastikan akses luas terhadap produk kesehatan, mendukung industri farmasi, dan berkontribusi pada layanan kesehatan di Kamboja," ujar Tom Kimson dikutip dari rilis berita pada Kamis, 27 Maret 2025.
Kini, Dynamic Argon mendistribusikan produk farmasi dari 15 prinsipal asal Eropa, Asia, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Selain produk Dexa Medica, brand lain dari Indonesia yang didistribusikan antaralain Antangin produksi Deltomed dan brand Hotin & Fresh Care produksi Ultrasakti.
“Jaringan luas kami dengan cabang di Phnom Penh, Battambang, dan Kampong Cham memastikan distribusi obat-obatan esensial ke seluruh penjuru Kamboja bahkan dengan layanan pengiriman hanya dalam satu hari," imbuh Tom Kimson.
Ia mengklaim, perjalanan 25 tahun terakhir bukan hanya menjadikan Dexa Medica sebagai penyedia obat-obatan, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam kemajuan kesehatan serta jembatan penting antara Indonesia dan Kamboja.
Pemerintah Kamboja menargetkan pencapaian Universal Health Coverage (UHC) pada tahun 2035, sebagaimana diuraikan dalam Roadmap Towards Universal Health Coverage in Cambodia 2024-2035. Saat ini, skema asuransi kesehatan nasional Kamboja, Bososo, telah mencakup sekitar 44,5 persen populasi negara tersebut.
Lebih lanjut, Kementerian Kesehatan Kamboja mendorong perusahaan untuk semakin berinvestasi dalam riset dan pengembangan guna menghadirkan obat-obatan dengan kualitas lebih baik. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi Dexa Medica dalam mendukung sistem kesehatan Kamboja melalui distribusi produk farmasi yang legal dan etis, sesuai dengan regulasi kami,” tambahnya.
Dalam perayaan 25 tahun Dexa Medica di Phom Phenh, Ferry Soetikno selaku Pimpinan Dexa Group menyampaikan rasa syukur. Ia mengatakan, komitmen perusahaan untuk terus berkontribusi dalam sistem kesehatan global, khususnya di Kamboja, dengan menghadirkan obat-obatan berkualitas dalam berbagai bentuk sediaan, bioaktif inovatif, dan lainnya.
"Bersama, kita dapat membangun ekosistem kesehatan Kamboja yang lebih maju,” imbuh Ferry.
Under Secretary of State Kementerian Kesehatan Kamboja, HE Dr. Peas Muslim, menegaskan pemerintah Kamboja terus memperketat regulasi. Tujuannya guna memastikan masyarakat mendapatkan produk farmasi yang berkualitas, aman, efektif, serta informasi yang akurat tentang penggunaannya.
“Berkat kolaborasi Dexa Group dan Dynamic Group selama dua setengah dekade terakhir, modernisasi produksi farmasi telah menghasilkan obat-obatan berkualitas tinggi, sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat Kamboja. Hal ini membangun kepercayaan masyarakat dalam menggunakan produk-produk tersebut,” tutur Dr. Peas Muslim.
Sementara itu, Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Dr. Santo Darmosumarto, menilai Dexa Medica adalah contoh sukses industri farmasi Indonesia yang mampu menembus pasar internasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat global. Keberhasilan ini juga mencerminkan hubungan bilateral yang erat antara Indonesia dan Kamboja.
“Kehadiran Dexa Medica di Kamboja menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi yang diterima dengan baik di pasar luar negeri. Saya mengapresiasi peran Dexa Medica dalam memperkuat hubungan perdagangan antara Indonesia dan Kamboja,” ujar Dubes Santo Darmosumarto.
Halaman Selanjutnya
"Dengan cakupan ini, perusahaan memastikan akses luas terhadap produk kesehatan, mendukung industri farmasi, dan berkontribusi pada layanan kesehatan di Kamboja," ujar Tom Kimson dikutip dari rilis berita pada Kamis, 27 Maret 2025.