Jakarta, VIVA – PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) mengungkapkan permintaan semen nasional yang menunjukkan pemulihan pada semester I-2026 berhasil dimaksimalkan dengan capaian kinerja yang tumbuh solid. Hal itu juga didukung transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin dan konsisten menjadi motor pertumbuhan
Dalam Paparan Publik yang diselenggarakan oleh Bursa Efek Indonesia pada Selasa (8/9/2026), Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra menyampaikan empat pilar strategis SIG, yaitu transformasi model bisnis semen, keunggulan biaya dan efisiensi, bisnis produk turunan dan solusi bangunan, serta sumber daya dan tata kelola, menjadi landasan untuk memperkuat pengelolaan pasar, meningkatkan efisiensi, serta mengoptimalkan produk turunan semen dan portofolio.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai bagian dari transformasi, perseroan menjalankan program Streamlining Entitas SIG Group dengan melakukan penataan anak usaha untuk mengoptimalkan model business dan menciptakan struktur organisasi bisnis yang efektif dan efisien.
Pada semester I tahun 2026, perusahaan berhasil mencatatkan total volume penjualan sebanyak 18,28 juta ton, naik 5,6% yoy, utamanya didukung penguatan pasar domestik dengan volume penjualan mencapai 14,18 juta ton atau tumbuh 9,7% yoy. Sejalan dengan peningkatan volume penjualan, pendapatan SIG ikut terkerek naik sebesar 13,1% yoy menjadi Rp17,65 triliun. EBITDA juga naik 2,6% menjadi Rp2,15 triliun.
Profitabilitas turut menguat, tercermin dari laba bersih yang meningkat 445,9% yoy menjadi Rp207 miliar, sementara laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tumbuh 471,0% yoy menjadi Rp228 miliar.
”Displin dan konsistensi menjalankan transformasi bisnis membuat SIG semakin resilience di tengah kondisi industri semen domestik yang menantang. Bahkan, transformasi tidak hanya membuat Perusahaan mampu mencapai pertumbuhan kinerja, tetapi juga memperkuat fondasi pertumbuhan jangka panjang," kata Indrieffouny Indra, dikutip dari keteragnannya, Rabu, 9 September 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melanjutkan inisiatif dekarbonisasi, perseroan terus memperkuat komitmen terhadap pertumbuhan berkelanjutan, termasuk peningkatan penggunaan bahan bakar dan bahan baku alternatif, optimalisasi klinker, serta efisiensi energi dan proses produksi. Komitmen ini diperkuat dengan target emisi berbasis sains yang telah disahkan SBTi dan penerapan rekomendasi TCFD dalam pengungkapan informasi kepada publik.
Saat ini, perseroan memiliki sembilan merek semen yang kuat dan menjadi pemimpin pasar di berbagai wilayah di Indonesia dan regional, antara lain Semen Gresik, Semen Padang, Semen Tonasa, Dynamix, Semen Kujang, Semen Andalas, Semen Baturaja, Semen Merdeka, serta Thang Long Cement. Untuk produk-produk yang dipasarkan di Indonesia, selain telah tersertifikasi SNI juga mengandung lebih dari 90% komponen dalam negeri (TKDN).
Halaman Selanjutnya
"Hal ini tak lepas dari komitmen penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses bisnis dan produksi, sehingga produk semen SIG dan turunannya memiliki emisi karbon hingga 38% lebih rendah dari semen konvensional," tambahnya.

5 days ago
15













