VIVA – Shin Tae-yong mengawali petualangan bersama Persija Jakarta di Super League 2026/2027 dengan hasil positif. Macan Kemayoran sukses menekuk Borneo FC 1-0 di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (5/9/2026). Namun, kemenangan tersebut belum cukup untuk menjawab satu pertanyaan, benarkah Shin Tae-yong merupakan pelatih hebat?
Pertanyaan tersebut menarik karena perjalanan karier Shin Tae-yong dalam beberapa tahun terakhir memiliki dua sisi yang berbeda. Bersama Timnas Indonesia, pelatih asal Korea Selatan itu membangun reputasi sebagai salah satu sosok yang membawa perubahan besar. Akan tetapi, setelah berpisah dengan Timnas Indonesia pada Januari 2025, perjalanan Shin di level klub justru tidak berjalan mulus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
PSSI mengakhiri kerja sama dengan Shin Tae-yong pada 6 Januari 2025. Keputusan tersebut diambil ketika Indonesia masih bersaing dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026. PSSI kemudian menunjuk Patrick Kluivert sebagai penggantinya.
Tidak lama berselang, Shin mendapatkan kesempatan kembali menangani klub di negara asalnya. Ulsan HD menunjuknya sebagai pelatih pada Agustus 2025. Saat itu, Ulsan merupakan juara bertahan Korea Selatan dan Shin kembali ke K League setelah terakhir menangani Seongnam pada 2012.
Namun, pekerjaan tersebut berakhir jauh lebih cepat dari yang diharapkan.
Gagal di Ulsan HD
Shin Tae-yong hanya sekitar dua bulan menangani Ulsan HD sebelum klub memutuskan memberhentikannya pada Oktober 2025. Catatan pertandingan menjadi salah satu alasan kuat di balik keputusan tersebut.
Dari 10 pertandingan yang dipimpin Shin, Ulsan hanya meraih dua kemenangan. Sisanya berakhir dengan empat hasil imbang dan empat kekalahan. Artinya, persentase kemenangan Shin bersama klub Korea Selatan tersebut hanya 20 persen.
Catatan itu tentu menjadi noda dalam perjalanan Shin Tae-yong sebagai pelatih. Terlebih, kegagalan tersebut terjadi setelah dirinya berpisah dengan Timnas Indonesia dan ketika ia kembali ke kompetisi yang sudah sangat dikenalnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situasi tersebut membuat perjalanan Shin bersama Persija menjadi menarik. Super League bukan hanya menjadi kompetisi baru bagi Persija, tetapi juga panggung bagi Shin untuk membuktikan bahwa kegagalan bersama Ulsan HD tidak menggambarkan keseluruhan kualitasnya sebagai pelatih.
Persija Jadi Panggung Pembuktian
Halaman Selanjutnya
Kesempatan tersebut mulai dibuka Shin pada Sabtu malam, 5 September 2026 Menghadapi Borneo FC di Stadion Segiri, Persija berhasil membawa pulang tiga poin melalui kemenangan 1-0.

1 week ago
15













