Pernikahan Berdarah di Iran, Wapres AS Akui Pasukannya Bisa Saja Salah Sasaran

1 week ago 21

Jumat, 4 September 2026 - 09:04 WIB

VIVA - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengakui ada kemungkinan serangan militer yang dilakukan pasukan AS secara tidak sengaja mengenai warga sipil.

Hal itu dikatakannya di tengah beredar laporan mengenai serangan AS terhadap sebuah pesta pernikahan sipil di sebelah selatan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami tidak pernah mengincar warga sipil dalam pertempuran. Kami tidak akan pernah melakukan itu. Kami juga tidak mungkin melakukannya. Namun, sayangnya, jelas, sesuatu mungkin terjadi. Saat militer kami melakukan kesalahan, mereka belajar dari kesalahan itu agar dapat memperbaiki diri," klaim dia, seperti dikutip dari Sputnik.

JD Vance juga mengaku sedang menyelidiki insiden tersebut. Pihak berwenang Iran menyatakan sebuah upacara pernikahan di Sirik, Hormozgan, pada Selasa malam, 1 September 2026, telah menjadi sasaran serangan AS hingga menyebabkan lima orang meninggal dunia dan sekitar 70 orang terluka, menurut data terbaru.

Saat itu, AS melancarkan serangkaian baru serangan besar-besaran terhadap sejumlah sasaran di Iran. Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), serangan tersebut menargetkan fasilitas Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), termasuk sistem pertahanan udara, stasiun radar, aset angkatan laut, dan fasilitas komunikasi.

Iran pun membalas dengan menyerang infrastruktur militer AS di beberapa negara di Timur Tengah. Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump secara pribadi sedang mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dengan Iran, meskipun Pentagon diam-diam memperpanjang penempatan pasukan di Timur Tengah.

Trump percaya bahwa memberikan tekanan ekonomi yang intens akan memaksa Teheran membongkar program nuklirnya atau meruntuhkan pemerintahannya. Amerika Serikat meluncurkan Operasi Economic Outcast pekan lalu, yang menargetkan jalur ekonomi utama Iran, termasuk sektor minyak, pelayaran, penerbangan, emas, teknologi, dan aset digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, meski ada diskusi privat tersebut, Pentagon tetap memperpanjang penempatan pasukan sebagai tanda bahwa perang bisa berlarut "hingga tahun depan."

Militer mempertahankan 50.000 pasukan dan 19 kapal perang, termasuk dua kapal induk dan 13 kapal perusak berpemandu misil, untuk memberikan "fleksibilitas" operasional kepada presiden.

Rudal Iran serang pangkalan militer Amerika di Irak

Iran Serang Pangkalan Militer AS di UAE dan Kuwait

Angkatan bersenjata Iran mengaku telah menyerang pangkalan militer Amerika Serikat (AS) yang berlokasi di Uni Emirat Arab (UEA) dan Kuwait sebagai serangan balasan.

img_title

VIVA.co.id

3 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |