Jakarta, VIVA – Komite Disiplin PSSI menjatuhkan serangkaian sanksi tegas kepada klub dan individu dalam hasil sidang tertanggal 2 dan 4 Februari 2026. Dari sejumlah perkara, denda terbesar dijatuhkan kepada Persiku Kudus yang harus membayar Rp250 juta akibat tindakan diskriminatif suporter dalam laga kontra Persipura Jayapura.
Kasus tersebut terjadi pada pertandingan Pegadaian Championship 2025/2026, 30 Januari 2026. Dalam putusannya, Komdis PSSI menyatakan terdapat suporter Persiku Kudus yang mengucapkan kalimat rasis kepada tim lawan. Selain denda finansial tertinggi, Persiku juga dijatuhi sanksi larangan menggelar pertandingan dengan penonton selama satu laga kandang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Terjadi tindakan diskriminatif yang dilakukan oleh suporter Persiku Kudus yaitu mengucapkan kalimat rasis kepada Tim Persipura Jayapura pada saat pertandingan. Keputusan: dilarang menyelenggarakan pertandingan dengan penonton sebanyak 1 pertandingan saat menjadi tuan rumah, denda Rp. 250.000.000," tulis Komdis PSSI dalam keterangannya Sabtu 21 Februari 2026.
Pemain Persiku Kudus
Photo :
- Dok. Persiku Kudus
Besaran denda berikutnya dijatuhkan kepada Persita Tangerang dan PSM Makassar yang masing-masing harus membayar Rp60 juta. Persita dihukum akibat penyalaan empat flare oleh suporternya dalam laga BRI Super League melawan Persija Jakarta pada 30 Januari 2026.
Sementara itu, PSM Makassar didenda karena puluhan suporternya memasuki area lapangan setelah pertandingan melawan Semen Padang pada 2 Februari 2026, ketika para pemain masih berada di lingkaran tengah.
Selain tiga sanksi terbesar tersebut, Komdis PSSI juga menjatuhkan berbagai hukuman lain kepada klub dan individu di kompetisi Pegadaian Championship, Liga Nusantara, dan BRI Super League. Beberapa di antaranya berupa denda belasan hingga puluhan juta rupiah, larangan bermain, hingga teguran keras.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di level Pegadaian Championship, PSMS Medan menerima dua sanksi terpisah masing-masing Rp15 juta akibat pelemparan botol dari tribun dan yel-yel provokatif suporter saat melawan FC Bekasi City. PSS Sleman juga dihukum larangan penonton empat laga kandang plus denda Rp15 juta setelah suporter menyalakan APAR dan membentangkan spanduk bernada umpatan kepada Barito Putera.
Sanksi juga menyasar individu pemain. Bek Dewa United Banten FC Nick Kuipers dijatuhi tambahan larangan bermain satu pertandingan dan denda Rp10 juta karena menggagalkan peluang gol lawan dengan pelanggaran kartu merah langsung saat menghadapi Persebaya. Pemain Persipura, Rafael Sunuk, menerima hukuman lebih berat berupa larangan dua laga dan denda Rp37,5 juta akibat aksi provokatif ke arah penonton dalam laga kontra Persiku.
Halaman Selanjutnya
Komdis juga menyoroti tanggung jawab penyelenggara pertandingan. Panitia pelaksana Persita Tangerang didenda Rp40 juta karena tidak memenuhi kesepakatan penyediaan kendaraan taktis bagi rombongan Persija menuju stadion, yang dinilai mengganggu aspek keamanan dan kenyamanan tim tamu.

2 weeks ago
7











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
