Pertumbuhan Partai Komunis Tiongkok Melambat Sejak 5 Tahun Terakhir, Anggotanya Semakin Menua

3 days ago 6

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Jakarta, VIVA Partai Komunis Tiongkok yang berkuasa secara resmi telah melampaui 101 juta anggota. Namun, data keanggotaan terbaru mengungkapkan tren yang lebih signifikan di luar sekadar pertumbuhan jumlah anggota. 

Partai politik terbesar kedua di dunia ini berkembang dengan kecepatan yang lebih lambat, keanggotaannya semakin menua, dan profil demografis anggotanya semakin mencerminkan tantangan struktural yang dihadapi masyarakat Tiongkok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data yang dirilis oleh Departemen Organisasi Partai Komunis menunjukkan bahwa keanggotaan partai mencapai 101 juta pada akhir tahun 2025, peningkatan tahunan hanya satu persen, laju pertumbuhan paling lambat dalam setidaknya lima tahun terakhir.

Ekspansi keanggotaan terus melambat sejak tahun 2021, menunjukkan bahwa era pertumbuhan organisasi yang pesat telah digantikan oleh era konsolidasi.

Partai Komunis Tiongkok secara tradisional dianggap sebagai partai politik terbesar di dunia berdasarkan jumlah anggotanya. Namun, Partai Bharatiya Janata yang berkuasa di India mengklaim pada September lalu telah melampauinya dengan 140 juta anggota.

Perkembangan yang lebih mencolok adalah penuaan anggota partai. Hampir 30 persen anggotanya kini berusia 61 tahun ke atas, proporsi tertinggi yang tercatat dalam setidaknya lima tahun terakhir. Sebaliknya, anggota berusia 35 tahun ke bawah hanya sekitar 22 persen dari organisasi tersebut, turun dari hampir seperempat pada tahun 2021.

Tren ini patut diperhatikan karena terus berlanjut meskipun ada upaya berkelanjutan untuk merekrut anggota yang lebih muda. Lebih dari 80 persen rekrutan baru yang diterima selama tahun 2025 berusia di bawah 35 tahun, menunjukkan bahwa perekrutan saja tidak cukup untuk mengimbangi gabungan dampak dari basis keanggotaan yang menua, meningkatnya harapan hidup, dan menyusutnya jumlah kaum muda Tionghoa.

Perubahan profil partai mencerminkan dilema demografis Tiongkok yang lebih luas. Bertahun-tahun angka kelahiran menurun, populasi yang menua dengan cepat, dan empat tahun berturut-turut penurunan populasi secara keseluruhan telah mengurangi ukuran relatif generasi muda yang memasuki angkatan kerja.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya, anggota Partai Komunis sekarang berjumlah 7,21 persen dari populasi Tiongkok, naik dari 6,85 persen pada tahun 2021, bukan karena ekspansi partai yang cepat tetapi karena populasi nasional itu sendiri menyusut. 

Komposisi partai juga berevolusi dalam berbagai hal lain. Perempuan kini berjumlah 31,5 persen dari anggota, sementara minoritas etnis mewakili 7,8 persen, keduanya mencatat peningkatan yang moderat.

Halaman Selanjutnya

Tingkat pendidikan terus meningkat, dengan hampir enam dari sepuluh anggota kini memiliki gelar sarjana atau lebih tinggi, memperkuat preferensi partai untuk merekrut para profesional yang berkualifikasi teknis bersama dengan kader-kader yang dapat diandalkan secara politik.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |