Peta Digital Jadi Media Berkarya oleh Pesepeda

7 hours ago 1

Kamis, 20 Agustus 2026 - 20:30 WIB

Jakarta, VIVA – Aplikasi digital selama ini banyak digunakan pesepeda untuk mencatat jarak, durasi perjalanan, kecepatan, hingga rute yang telah dilalui. Namun, data perjalanan tersebut kini juga bisa dimanfaatkan dengan cara berbeda, yakni mengubah jejak kayuhan menjadi gambar atau pola di atas peta.

Konsep yang dikenal sebagai Strava Art ini membuat pesepeda tidak lagi sekadar menentukan tujuan perjalanan. Rute justru harus dirancang sejak awal agar garis yang muncul di peta dapat membentuk gambar tertentu setelah aktivitas bersepeda selesai direkam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Angka, huruf, bentuk sepeda, hingga berbagai simbol dapat dibuat dengan memilih jalan yang tepat. Tantangannya, pesepeda harus memperhitungkan jalur yang tersedia di dunia nyata agar sesuai dengan bentuk yang ingin dihasilkan di peta digital.

Konsep tersebut menjadi dasar kegiatan Draw Cycling Challenge yang digelar United Bike bersama Bike to Work Indonesia. Kegiatan ini mengajak masyarakat menggunakan aplikasi Strava untuk membuat karya visual melalui rute bersepeda yang mereka tempuh.

Peserta ditantang merancang perjalanan dengan tema 21 tahun Bike to Work Indonesia dan semangat Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Bentuk yang dibuat dapat berupa angka 21, sepeda, tulisan Indonesia, logo, maupun simbol lain yang masih berkaitan dengan tema tersebut.

Berbeda dari tantangan bersepeda yang umumnya berfokus pada jarak tempuh atau kecepatan, kegiatan ini menempatkan proses perencanaan rute sebagai bagian penting. Pesepeda perlu membayangkan bentuk yang ingin dibuat, lalu mencari kombinasi jalan yang dapat menghasilkan pola tersebut.

Setiap jalan yang dipilih akan tercatat sebagai garis berdasarkan data lokasi yang direkam GPS. Setelah perjalanan selesai, kumpulan data itu divisualisasikan dalam aplikasi menjadi jejak rute yang dapat menyerupai sebuah gambar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Direktur PT Terang Dunia Internusa Tbk, Andrew Mulyadi, mengatakan kegiatan ini melihat aktivitas bersepeda bukan hanya sebagai olahraga atau sarana mobilitas. Menurut dia, setiap rute yang ditempuh juga dapat menjadi bagian dari proses kreatif yang memiliki cerita.

“Melalui Draw Cycling Challenge, kami ingin mengajak masyarakat melihat bahwa setiap kayuhan dan setiap rute yang dilalui dapat menjadi sebuah karya yang memiliki cerita,” ujarnya, dikutip Kamis 20 Agustus 2026.

Halaman Selanjutnya

Membuat Strava Art sendiri tidak selalu semudah melihat hasil akhirnya di peta. Bentuk yang telah direncanakan dapat berubah karena kondisi jalan, rute yang tidak bisa dilalui, atau pesepeda harus mengubah arah demi keselamatan selama perjalanan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |