Jakarta, VIVA – Pemerintah mengambil langkah tegas untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas di tengah ancaman El Nino yang disebut belum mencapai puncaknya.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago memerintahkan seluruh pemerintah daerah menghentikan sementara aturan yang memperbolehkan pembakaran lahan untuk membuka area baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kebijakan tersebut ditegaskan Djamari setelah memimpin Rapat Koordinasi (Rakor) Penanggulangan dan Penanganan Karhutla bersama 358 perusahaan pemegang Hak Guna Usaha (HGU) di Graha Marinir Panti Perwira, Jakarta Pusat, Senin, 7 September 2026.
"Kita kenal bahwa ada yang diistilahkan sebagai kearifan lokal. Bahwa ada boleh melakukan pembakaran itu untuk warga-warga setempat, untuk kepentingan-kepentingan lokal dengan keluasan daerah 2 hektare. Itu pun sudah kami koordinasikan dan kami hentikan," kata dia.
Djamari memastikan penghentian tersebut berlaku di seluruh pemerintah daerah. Artinya, untuk sementara tidak boleh ada aktivitas pembakaran lahan untuk kepentingan pembukaan lahan hingga pemerintah kembali menetapkan aturan selanjutnya.
"Hentikan ketentuan itu di seluruh Pemda. Kami hentikan, semua berhenti, dan kami akan coba perbaiki semuanya itu. Kelak mungkin kami atur kembali masalah-masalah itu, tapi hari ini berhenti," ujarnya.
Djamari menjelaskan keputusan tersebut diambil karena ancaman karhutla masih cukup besar. Berdasarkan data dan laporan instansi terkait, fenomena El Nino tahun ini diperkirakan berlangsung panjang, bahkan dapat bertahan hingga akhir tahun.
Kondisi tersebut sudah mulai dirasakan melalui meningkatnya kejadian karhutla di sejumlah wilayah.
"Seluruhnya ada 358 perusahaan HGU (kawasan hutan) yang hadir. Yang melatarbelakangi kami berhadapan dengan para pengusaha itu adalah, pertama bahwa kita belum sampai ke puncaknya El Nino," kata Djamari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia menyebut luas kawasan hutan dan lahan yang terbakar mulai mengalami peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski demikian, kondisi tersebut dinilai masih relatif rendah.
"Kawasan hutan dan lahan yang terbakar pun sudah mulai agak meningkat kalau dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Tentunya kita masih berada pada posisi yang relatif, saya tidak berani mengatakan normal ya, tapi posisinya masih agak rendah," tutur dia.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh membuat semua pihak lengah. Sebab, ketika El Nino memasuki puncaknya, ancaman kebakaran dapat semakin besar apabila pencegahan tidak dilakukan sejak sekarang.

1 week ago
2













