Pola Pikir Investor Aset Kripto Bergeser

4 days ago 6

Kamis, 10 September 2026 - 08:14 WIB

VIVA - Industri aset kripto Indonesia dinilai mulai memasuki fase yang lebih matang. Di tengah pergerakan pasar global yang masih cukup dinamis, perhatian investor perlahan bergeser dari sekadar mengejar kenaikan harga menuju strategi investasi yang lebih terukur.

Perubahan ini terlihat dari pergeseran pola pikir para investor. Masyarakat mulai memikirkan manajemen risiko, diversifikasi portofolio, dan strategi investasi jangka panjang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aset-aset yang terukur seperti Bitcoin hingga stablecoin (USDT, USDGO, XAUT) kini kian diminati untuk menjaga keseimbangan portofolio. Indonesia punya potensi besar menjadi salah satu pusat pertumbuhan aset kripto global.

Selain didukung jumlah populasi yang besar, industri ini makin tepercaya berkat kerangka regulasi yang kuat di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Data OJK per Juli 2026 mencatat jumlah investor aset kripto menembus 22,93 juta orang, yang didominasi oleh generasi muda - milenial dan gen Z.

Direktur Utama OSL Indonesia Ivan Arilito mengingatkan bahwa aset kripto tetap memiliki risiko, mulai dari fluktuasi harga, likuiditas, teknologi, hingga perubahan regulasi.

Karena itu, menurut dia, investor perlu melakukan riset mandiri dan mempertimbangkan kondisi serta profil risikonya, hingga rencana investasi dalam jangka panjang sebelum mengambil keputusan.

Guna menunjang kenyamanan serta keamanan bertransaksi, penguatan sistem terus dilakukan - mulai dari fitur Voice of Customer (VoC) untuk menampung masukan pengguna, hingga peningkatan keamanan pada proses autentikasi, deposit, dan penarikan dana (withdrawal).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, pesatnya pertumbuhan investor muda membawa tantangan tersendiri, terutama terkait literasi keuangan dan manajemen risiko. Investasi aset kripto tetap memiliki dinamika tinggi, termasuk fluktuasi harga, risiko likuiditas, hingga perubahan teknologi.

"Edukasi mandiri (do your own research) dan pemahaman profil risiko pribadi tetap menjadi kunci utama sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Dari sisi keamanan, peningkatan sistem autentikasi serta proses deposit dan penarikan dana juga dilakukan untuk memperkuat perlindungan pengguna," ungkap Ivan.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian.

Pasar Dinilai Perlu Cermati Faktor Makro soal Arus Dana ETF Bitcoin Tembus US$3,8 Miliar

Arus dana ETF Bitcoin (BTC) yang menembus US$3,8 miliar selama tiga pekan perdagangan berturut-turut pada periode 17 Agustus - 4 September 2026 menjadi perhatian pasar.

img_title

VIVA.co.id

9 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |