Polda Kalteng Pakai Serbuk Tepung Singkong Jinakkan Bara Karhutla di Bawah Gambut

3 hours ago 1

Sabtu, 5 September 2026 - 09:00 WIB

Palangka Raya, VIVA – Memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di area gambut ternyata tak cukup hanya dengan menyiram api yang terlihat di permukaan. Bara yang tertinggal di bawah tanah bisa tetap menyala dan kembali memicu kebakaran.

Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) kini menggunakan cara berbeda untuk mengatasi persoalan tersebut. Polisi memanfaatkan serbuk pemadam Hertindo AF31 berbahan dasar tepung singkong untuk memburu dan memadamkan bara api di bawah permukaan gambut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Inovasi tersebut merupakan bantuan dari Korbrimob Polri. Serbuk ini digunakan setelah titik bara terdeteksi, termasuk dengan bantuan teknologi Drone Thermal.

"Inovasi tersebut berupa serbuk pemadam berbahan dasar tepung singkong yang dinilai efektif memadamkan bara api yang berada di bawah permukaan lahan gambut," tutur Kapolda Kalteng, Inspektur Jenderal Polisi Iwan Kurniawan, dikutip Sabtu, 5 September 2026.

Persoalan bara di bawah gambut menjadi tantangan tersendiri dalam penanganan karhutla. Sebab, api yang berada di bawah permukaan tidak selalu terlihat meski kobaran di atas tanah telah berhasil dipadamkan.

"Kondisi ini yang dinilai kerap menimbulkan asap tebal dan berpotensi memicu kebakaran ulang saat tertiup angin," kata dia.

Untuk menemukan titik bara secara lebih tepat, petugas memanfaatkan Drone Thermal. Teknologi tersebut digunakan untuk mendeteksi panas sehingga penggunaan air bisa lebih terarah.

Serbuk pemadam kemudian dicampurkan dengan air dan diarahkan ke titik bara yang terdeteksi.

"Pemadamannya dibantu dengan Drone Thermal untuk mendeteksi titik bara secara akurat agar penggunaan air lebih efisien di tengah keterbatasan sumber air saat musim kemarau dan hasil dari uji coba di lapangan, ternyata lebih efektif untuk lebih cepat memadamkan bara yang ada di bawah," kata dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Iwan menjelaskan, serbuk penyekat api tersebut memiliki takaran khusus dalam penggunaannya.

"Jadi, setiap kantong ini berisi 25 kilo serbuk penyekat api. Dan akan kita campur menggunakan air sebanyak 100 liter. Jadi ini tampungan sebanyak 1.200 liter, kita akan campurkan sebanyak 12 kaleng. Jadi untuk fungsinya adalah nanti untuk penyekat bara-bara api yang ada di bawah gambut," tuturnya.

Halaman Selanjutnya

Dengan metode tersebut, penanganan tidak hanya diarahkan untuk memadamkan api yang terlihat, tetapi juga mengantisipasi bara yang masih bertahan di bawah permukaan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |