Jakarta, VIVA – Rencana penyesuaian tarif masuk Taman Margasatwa Ragunan (TMR) memasuki babak baru. Komisi C DPRD DKI Jakarta dan pengelola Ragunan telah menyepakati adanya kenaikan harga ke depannya.
Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta, Dimaz Raditya mengungkapkan, rencana penyesuaian tarif diambil demi meningkatkan fasilitas dan layanan di area Ragunan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dimaz menyebut, tarif Rp4.000 untuk dewasa dan Rp3.000 untuk anak-anak dirasa kurang relevan dengan pendapatan warga Jakarta saat ini.
“Tarif Ragunan ini sudah 20 tahun tidak pernah naik. Sementara, kondisi ekonomi dan pendapatan masyarakat Jakarta terus meningkat,” ujar Dimaz dalam keterangannya, dikutip Sabtu 5 September 2026.
Satwa jerapah di Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta
Photo :
- ANTARA/Luthfia Miranda Putri
Maka dari itu, Dimaz mengungkapkan, Komisi C DPRD DKI Jakarta berencana melakukan penyesuaian tarif masuk Ragunan di angka Rp10.000.
Menurutnya, angka Rp10.000 masih rasional dan ramah di kantong jika dibandingkan dengan beberapa destinasi wisata di Jakarta, seperti Ancol dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
“Tarif sekarang paling mahal Rp4.000. Rencana akan dinaikkan menjadi Rp10.000, tetapi masih terus kami kaji perihal angka,” tutur dia.
Senada dengan Dimaz, Anggota Komisi C DPRD DKI Jakarta, Hardiyanto Kenneth, menilai, penyesuaian tarif memang perlu dilakukan demi membenahi berbagai sarana dan prasarana di Ragunan.
Salah satu hal yang bisa ditingkatkan andai ada penyesuaian tarif adalah tingkat keamanan kandang. Kata Kenneth, masih ada beberapa kandang yang tingkat keamanannya yang perlu diperhatikan.
Hal itu digarisbawahi karena pada Mei 2026 lalu ada seorang anak yang terjatuh ke kandang gajah. Dengan demikian, perlu ada evaluasi dengan meningkatkan sektor keamanan kandang supaya kejadian serupa tak terulang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Beberapa waktu lalu ada anak yang terjatuh ke area kandang gajah. Nah, ini menjadi salah satu catatan kami dan kami berharap standar keamanan bisa ditingkatkan seiring penyesuaian tarif,” ungkap Kenneth.
Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Bang Kent itu mengatakan, penyesuaian tarif tiket masuk dapat mengurangi beban subsidi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta. Sebab, APBD masih menanggung biaya operasional Ragunan hingga 70 persen.
Halaman Selanjutnya
Dengan tarif baru, Ragunan diharapkan mampu secara bertahap mentransformasikan diri menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mandiri.

3 hours ago
1













