Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya menyebut belum menemukan indikasi terduga pelaku pengeroyokan yang menewaskan warga Pejompongan, Bambang Setiyawan (59), merupakan anggota organisasi masyarakat (ormas) tertentu.
Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Iman Imanuddin mengatakan, kesimpulan sementara itu didapat berdasarkan keterangan sejumlah saksi yang telah diperiksa penyidik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pengeroyokan maut terhadap Bambang terjadi saat kerusuhan usai aksi demonstrasi di depan Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.
"Kami belum menemukan adanya indikasi bahwa pelaku ini adalah merupakan anggota komunitas tertentu," kata Kombes Iman Imanuddin, Rabu, 2 September 2026.
Iman meminta masyarakat tidak terburu-buru menarik kesimpulan mengenai latar belakang terduga pelaku, khususnya berdasarkan informasi yang beredar di media sosial.
"Ini keterangan kami peroleh dari saksi-saksi yang sudah kami mintai keterangan, sehingga kami juga mengajak mari sama-sama semua pihak yang berada di media sosial beropini untuk menghentikan agar tidak membuat masyarakat menjadi bingung," ujarnya.
Di tengah penyelidikan kasus tersebut, polisi telah menunjukkan dua sketsa wajah yang diduga mengarah kepada pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.
Sketsa itu dibuat berdasarkan keterangan saksi yang kemudian dicocokkan dengan hasil analisis digital, termasuk rekaman CCTV di lokasi kejadian.
“Berdasarkan keterangan saksi, didukung dengan petunjuk-petunjuk lain, selanjutnya penyidik melakukan persesuaian antara keterangan saksi dan hasil analisa digital didapatkan sketsa wajah yang mengarah kepada terduga pelaku pengeroyokan dan atau penganiayaan yang mengakibatkan hilangnya nyawa seseorang tersebut,” kata Iman.
Dua terduga pelaku tersebut diketahui memiliki ciri-ciri berbeda. Keduanya diperkirakan merupakan pria berusia sekitar 30-40 tahun.
“Wajah oval, alis tipis, bibir tebal, hidung pesek, bola mata berwarna hitam dan warna kulit cokelat,” ujarnya.
Sementara satu terduga pelaku lainnya disebut memiliki bentuk wajah kotak, hidung pesek, bibir bagian bawah tebal, serta memiliki kumis dan janggut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Sementara itu dua yang kami dapat lakukan sketsa wajah dari keterangan saksi maupun analisa digital di lokasi kejadian perkara,” tutur dia.
Penyidik hingga kini masih melakukan pendalaman untuk mengungkap identitas kedua terduga pelaku serta memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan Bambang meninggal dunia.
Polda Metro Tegaskan Tak Minta Bantuan Ormas Saat Kerusuhan 27 Agustus
Polda Metro Jaya menegaskan tidak pernah berkoordinasi maupun meminta bantuan ormas untuk melakukan pengamanan saat kerusuhan pecah usai aksi demonstrasi di DPR.
VIVA.co.id
2 September 2026

1 week ago
9













