Polisi Telisik Aliran Dana Pembelian Sajam hingga Bahan Baku Molotov Jelang Demo 27 Agustus

2 weeks ago 5

Kamis, 27 Agustus 2026 - 15:34 WIB

Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya masih mendalami aliran dana yang diduga digunakan untuk membeli bahan-bahan yang berpotensi membuat bom molotov dan pengadaan senjata tajam dalam rangkaian pelaksanaan penyampaian aspirasi di muka umum di kawasan DPR/MPR, Jakarta.

"Penyidik masih melakukan pemeriksaan serta penelusuran terhadap keterangan para pihak melalui komunikasi transaksi keuangan dan bukti lainnya," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis, 27 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menyebutkan sumber uang itu diduga berasal dari sejumlah sumber, mulai dari uang pribadi hingga dana yang diperoleh melalui mekanisme penggalangan dana (open donasi).

"Untuk sumber uang yang digunakan untuk membeli bahan-bahan yang diduga akan digunakan dalam pembuatan bom molotov dan pengadaan senjata tajam, berasal dari uang pribadi, uang yang diberikan oleh pihak lain maupun dana yang diperoleh melalui mekanisme open donasi," jelas Iman

Namun, dia belum membeberkan jumlah dana yang telah terkumpul ataupun nilai transaksi yang digunakan untuk membeli barang-barang tersebut.

Menurut dia, penyidik masih meminta dan menelusuri transaksi perbankan untuk mengetahui jumlah aliran dana sekaligus pihak-pihak yang terlibat dalam pembiayaan itu.

"Ini sedang kita mintakan transaksi perbankannya, masih berproses," ucap Iman.

Penyidik sebelumnya telah memeriksa 63 orang yang diduga berkaitan dengan rangkaian kegiatan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 10 orang masuk dalam klaster pembiayaan dan 53 orang lainnya masuk dalam klaster pelaksana.

Iman mengatakan pemeriksaan terhadap klaster pembiayaan dilakukan untuk mendalami sumber uang, mekanisme pemberian dana, pola perekrutan, dan komunikasi antarorang yang diduga terlibat.

"10 orang terduga sebagai perekrut dan penyedia dana di dalam mempersiapkan aksi. Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami sumber pembiayaan, pola perekrutan, komunikasi antarpihak serta tujuan dan peran masing-masing," ujar Iman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Polisi juga masih mencocokkan keterangan para pihak dengan sejumlah alat bukti, termasuk komunikasi digital, transaksi keuangan dan bukti lainnya.

Pendalaman tersebut dilakukan untuk memastikan jika terdapat hubungan antara sumber dana, proses perekrutan massa, dan penyediaan sarana yang diduga akan digunakan dalam aksi tersebut.

Halaman Selanjutnya

Iman menjelaskan temuan terkait dugaan penyediaan bahan berbahaya itu menjadi salah satu dasar bagi polisi untuk melakukan tindakan penyidikan sekaligus pencegahan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |