Mataram, VIVA – Kepolisian Resor Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), menyelidiki dugaan aksi intimidasi sejumlah warga terhadap warga negara asing (WNA) di kawasan Pelabuhan Bangsal.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lombok Utara Iptu I Komang Wilandra menerangkan bahwa pihaknya menyelidiki persoalan ini atas tindak lanjut informasi yang tersebar luas di media sosial.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi, kami lakukan penyelidikan ini atas informasi berupa video yang tersebar di media sosial. Belum ada laporan," kata Wilandra seperti dilansir dari Antara, Selasa, 8 September 2026.
Dalam rangkaian penyelidikan, Wilandra menegaskan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Pemenang.
"Ini baru balik dari Pemenang, saya sudah koordinasikan persoalan ini dengan kapolsek," ucapnya.
Selain koordinasi, Wilandra turut mengerahkan Tim Puma Polres Lombok Utara sebagai bagian dari peran penindakan kasus kejahatan dan kekerasan untuk menyelidiki secara langsung di Pelabuhan Bangsal.
"Tujuannya kami kerahkan tim puma ini untuk antisipasi dan telusuri aksi-aksi tersebut. Tentunya tim puma di lapangan melakukan penyelidikan tertutup," ujarnya.
WNA yang mengaku mendapatkan intimidasi dari warga tersebut memberikan informasi ke ANTARA Biro NTB melalui pesan tertulis via email.
Dalam redaksi yang dikirim, mereka menceritakan perihal peristiwa yang dialami pada Minggu (6/9), ketika hendak beranjak pergi dari kawasan Pelabuhan Bangsal.
Mereka mengatakan bahwa ada sekitar tiga hingga lima warga yang berupaya menghalang-halangi ketika hendak pergi menggunakan taksi atau sarana transportasi umum.
Sejumlah warga tersebut memaksa kedua WNA untuk tidak menggunakan taksi pesanan, melainkan harus menggunakan jasa transportasi dari mereka di Pelabuhan Bangsal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Akhirnya, para pria itu mengatakan bahwa jika kami tidak menggunakan jasa transportasi mereka, kami harus membayar sejumlah uang agar diizinkan pergi. Kami terpaksa membayar Rp150 ribu sebelum mereka akhirnya membiarkan kami pergi," katanya dalam narasi email.
Dalam kiriman email, WNA tersebut turut mencantumkan sejumlah video yang memperlihatkan aksi warga tersebut. (Ant)
Dikaitkan dengan Ojol Melva yang Viral, Politisi PDIP Ellen Taroreh Lapor ke Polda Metro
PDIP Ellen Taroreh melaporkan sejumlah akun media sosial ke Polda Metro Jaya. Laporan itu dibuat setelah foto Ellen dikaitkan dengan sosok ojek online (ojol) Melva.
VIVA.co.id
7 September 2026

4 hours ago
3











