Jakarta, VIVA – Polisi mengungkap alasan tidak melakukan blokade terhadap massa Persatuan Barisan Rakyat Indonesia (PBRI) yang menggelar aksi di depan Deutsche Bank Building, Kamis, 3 September 2026.
Aksi tersebut menjadi perhatian lantaran lokasi massa berada tak jauh dari kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), yang sebelumnya menjadi salah satu titik yang mendapat pengamanan ketat kepolisian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto menjelaskan, pengamanan dilakukan dengan mempertimbangkan lokasi tujuan masing-masing kelompok massa.
Menurut dia, massa PBRI tidak menjadikan Bundaran HI sebagai titik aksi. Selain itu, PBRI juga disebut tidak pernah mengajukan pemberitahuan aksi kepada kepolisian.
“Elemen ini tidak pernah mengajukan pemberitahuan hanya menyebar flyer saja, lokasi di BBC Indonesia,” katanya, Jumat, 4 September 2026.
Dalam poster rencana aksi yang beredar, PBRI mencantumkan Deutsche Bank Building sebagai lokasi aksi. Massa juga disebut menyasar kantor BBC Indonesia di Jalan Imam Bonjol.
Kondisi tersebut membuat polisi tidak melakukan penyekatan terhadap massa PBRI seperti yang dilakukan terhadap kelompok mahasiswa yang hendak menuju Bundaran HI.
Meski demikian, aparat kepolisian tetap memberikan pengamanan selama aksi berlangsung.
“Pastinya, karena itu merupakan tugas Kepolisian memberikan pelayanan dalam aksi agar aman, tertib, dan damai,” katanya.
Budi mengatakan, pengamanan berbeda diterapkan terhadap massa yang mengarah ke kawasan Bundaran HI. Sebab, kawasan tersebut dinilai memiliki posisi strategis.
Menurutnya, Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin merupakan kawasan vital yang berada di sekitar Bundaran HI.
“Bundaran HI itu center of gravity Indonesia. Pusat perbelanjaan perekonomian, moda transportasi, termasuk konsulat negara asing. Apabila terjadi stagnasi arus lalu lintas, itu akan membuat kemacetan sampai ke Patung Kuda, Semanggi,” tutur dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sementara itu, aksi PBRI diketahui dipicu pemberitaan BBC News Indonesia mengenai kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dan Sumatra.
Dalam aksinya, massa membawa tiga tuntutan. Salah satunya meminta BBC Indonesia menghapus pemberitaan mengenai karhutla yang dinilai telah menimbulkan keresahan dan provokasi di masyarakat.
Halaman Selanjutnya
PBRI juga meminta BBC Indonesia menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Massa menilai pemberitaan mengenai karhutla yang masih terjadi tersebut tidak benar. Jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, PBRI mengultimatum akan menduduki kantor BBC Indonesia.

1 week ago
21













