Potret Kondisi Terkini Gunung Anak Krakatau, Abu Vulkanik dan Awan Erupsi Masih Tebal

5 days ago 2

Rabu, 9 September 2026 - 14:59 WIB

VIVA – Gunung Anak Krakatau kembali menjadi perhatian setelah aktivitas erupsinya masih terpantau hingga Rabu, 9 September 2026. Meski episode erupsi menerus selama sekitar 25 jam telah berakhir, aktivitas vulkanik gunung api di Selat Sunda tersebut belum sepenuhnya berhenti.

Seperti dilansir dari tayangan YouTube tvOneNews, pemantauan terbaru dari kawasan perairan sekitar Gunung Anak Krakatau menunjukkan kepulan awan erupsi, asap, serta material abu vulkanik masih terlihat keluar dari area kawah aktif. Kondisi tersebut memperlihatkan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berada dalam fase erupsi dan membutuhkan pemantauan ketat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemantauan dari atas KRI Lepu melaporkan bahwa aktivitas erupsi masih dapat diamati secara langsung. Dalam pantauan tersebut, abu vulkanik dan awan erupsi tampak membubung dari kawasan gunung api.

Aktivitas Erupsi Gunung Anak Krakatau Belum Berakhir

Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.

Photo :

  • ANTARA/HO Badan Geologi

Kondisi terbaru ini sejalan dengan laporan resmi pemerintah yang menyebut aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga.

Badan Geologi sebelumnya mencatat episode erupsi menerus berlangsung sejak Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB hingga Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB. Setelah fase tersebut berakhir, aktivitas gunung api kembali memperlihatkan pola erupsi strombolian yang terjadi secara berkala.

Pada Rabu dini hari, aktivitas erupsi kembali terekam. Data pemantauan menunjukkan adanya gempa erupsi dengan durasi sekitar 28 detik dan amplitudo maksimum 51 milimeter. Aktivitas tersebut turut disertai sejumlah sinyal kegempaan lainnya serta tremor menerus.

Sementara itu, analisis BMKG terhadap sebaran abu vulkanik menunjukkan material erupsi dapat terbawa angin ke sejumlah wilayah. Pada pengamatan sebelumnya, sebaran abu bahkan teridentifikasi mencakup beberapa wilayah di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pemantauan langsung menggunakan KRI Lepu menjadi bagian penting dalam melihat perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dari jarak yang aman. Dari kawasan perairan tersebut, kondisi kawah dan material vulkanik yang dikeluarkan dapat diamati secara langsung.

Keberadaan unsur patroli laut juga memiliki fungsi penting dalam mendukung keselamatan aktivitas pelayaran di sekitar Selat Sunda. Area sekitar gunung api harus terus diawasi mengingat aktivitas erupsi masih berlangsung dan kondisi dapat berubah sewaktu-waktu.

Halaman Selanjutnya

Pada saat yang sama, operasi pencarian terhadap delapan orang yang hilang kontak setelah berangkat menuju kawasan Anak Krakatau juga masih menjadi perhatian. Kelompok tersebut terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang lainnya. Tim SAR menghadapi tantangan berupa kondisi laut serta aktivitas vulkanik di sekitar lokasi.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |