Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap perusahaan BUMN yang bergerak di bidang pertahanan seperti PT PAL, PT Pindad hingga PT Dirgantara Indonesia hampir dijual ke asing. Namun, Prabowo dengan tegas melarang.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Bendungan Meninting, Lombok Barat pada Jumat, 10 Juli 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tadinya industri pertahanan mau dijual, PT PAL, PT Pindad, PT Dirgantara Indonesia mau dijual. Banyak sekali perusahaan yang seolah-olah tadinya mau dijual ke asing, saya larang," ucap Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menyebut, pemerintah saat ini telah membangkitkan perusahaan industri pertahanan tersebut. Seperti, PT PAL yang telah berhasil memproduksi kapal perang canggih.
"PT PAL sekarang sudah bisa bikin kapal-kapal perang yang hebat-hebat. PT PAL akan bikin kapal-kapal canggih," ungkap dia.
"Pindad sekarang baru saja saya dapat laporan, dapat kontrak dari Arab Saudi. Semua senapan dan senapan mesin tentara Arab Saudi akan dibangun oleh PT Pindad saudara-saudara sekalian. Senjata kita teruji," sambungnya.
Prabowo menjelaskan, kualitas senjata buatan Pindad membawa prajurit TNI meraih juara umum 13 kali dalam pertandingan menembak di Australia.
Bahkan, kemenangan yang diraih prajurit TNI itu kerap dipertanyakan oleh negara-negara lain.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tiap kali menang, mereka curiga, 'jangan-jangan, Indonesia curang'. Mau curang apa? Pertandingan mereka, panitia mereka, tempat mereka. Sistem pertandingan mereka yang susun, prajurit kita juara, artinya apa?" kata dia.
"Prajurit kita anak-anak petani. Enggak ada anak orang kaya mau jadi tentara? Ada enggak? Artinya, prajurit Indonesia kalau dikasih makannya tidak dikorupsi, dikasih komandan yang baik, dikasih peluru yang baik, latihan, ya juara. Terbaik di dunia," lanjut Prabowo.
Prabowo Resmikan 5 Bendungan di Lima Provinsi, Telan Anggaran Rp9,79 T
Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang tersebar di lima provinsi. Anggaran yang digelontorkan yaitu Rp9,79 triliun.
VIVA.co.id
10 Juli 2026

5 days ago
5











