Jakarta, VIVA – Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan secara serentak yang tersebar di lima provinsi. Anggaran yang digelontorkan yaitu Rp9,79 triliun.
Peresmian digelar di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Jumat, 10 Juli 2026 sore.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sedangkan empat bendungan lainnya diresmikan secara hybrid, di antaranya, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
"Pada siang hari ini, Jumat, 10 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden RI, dengan ini saya resmikan bendungan meninting NTB, Keureuto, dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah, di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali," ucap Prabowo dalam sambutannya.
Prabowo menuturkan, pembangunan bangsa membutuhkan waktu yang lama dan biaya sangat besar. Termasuk dalam membangun bendungan.
Bendungan Meninting, Lombok Barat
Photo :
- Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
Dia pun merasa bersyukur karena bisa meresmikan pembangunan bendungan ini.
"Apapun, pembangunan seperti ini memerlukan waktu, memerlukan biaya, memerlukan sumber daya. Saya bersyukur bendungan ini saya yang resmikan," ucap dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam kesempatan itu, Prabowo pun berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dan mengelola bendungan dengan baik. Dia ingin, kebutuhan air para petani tercukupi dengan baik.
"Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai ke petani. Para peyaninadalah produsen pangan, tanpa pangan tidak ada negara. Setiap rupiah uang rakyat harus dinikmati rakyat Indonesia," jelas dia.
Prabowo Minta Birokrat, TNI, Polri hingga Jaksa Introspeksi: Semua Fasilitas Berasal dari Rakyat
Presiden Prabowo Subianto meminta birokrat, TNI, Polri, dan jaksa melakukan introspeksi. Ia menegaskan pangkat dan fasilitas mereka berasal dari rakyat.
VIVA.co.id
10 Juli 2026

5 days ago
4











