Preeklampsia Jadi Penyebab Utama Kematian Ibu dan Janin, Jangan Anggap Sepele Pembengkakan saat Hamil

2 days ago 3

Senin, 11 Mei 2026 - 23:19 WIB

Semarang, VIVA – Kasus preeklampsia masih menjadi ancaman serius bagi ibu hamil di Indonesia. Kondisi yang ditandai tekanan darah tinggi saat kehamilan ini bahkan disebut sebagai salah satu penyebab utama kematian ibu dan janin di dunia.

Menurut data yang dipaparkan dalam seminar kesehatan di Livehouse Semarang pada 10 Mei 2026, preeklampsia menyumbang lebih dari 70 ribu kematian ibu dan 500 ribu kematian janin setiap tahun secara global. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dokter dari Rumah Sakit Siloam Semarang, dr. Deviana Ogilve, mengingatkan bahwa preeklampsia sering kali muncul tanpa tanda yang jelas di tahap awal. Karena itu, pemeriksaan rutin selama kehamilan menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berat.

“Preeklampsia seringkali muncul tanpa gejala yang jelas di awal, sehingga pemeriksaan rutin selama kehamilan sangat penting. Dengan deteksi dini, risiko komplikasi bagi ibu dan bayi dapat ditekan secara signifikan,” jelas dokter Deviana dalam keterangannya, dikutip Senin 11 Mei 2026. 

Ia menjelaskan, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tekanan darah tinggi, pembengkakan pada tubuh, hingga gangguan penglihatan. Namun banyak ibu hamil kerap menganggap gejala tersebut sebagai hal biasa selama kehamilan.

Selain pemeriksaan rutin, dr. Deviana juga menekankan pentingnya menjaga pola hidup sehat serta memantau tekanan darah secara berkala selama masa kehamilan.

Andrew Susanto selaku Komisaris Utama Holywings Group dan Ketua Program CSR Holywings Peduli mengatakan edukasi mengenai preeklampsia masih perlu diperluas karena banyak masyarakat belum memahami bahayanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami melihat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahaya preeklamsia. Melalui seminar ini, kami ingin mendorong edukasi yang lebih masif sekaligus memberikan akses layanan kesehatan gratis serta bantuan nyata bagi fasilitas kesehatan dan lingkungan sekitar,” ujarnya Andrew Susanto.

Berdasarkan data di Indonesia, sekitar 5–10 persen kehamilan mengalami komplikasi preeklampsia. Sayangnya, kondisi ini masih sering terlambat terdeteksi karena rendahnya kesadaran masyarakat terhadap gejala awal.

Wakil Kepala BGN, Nanik S Deyang

BGN Sebut MBG Fresh Dikirim Selama 5 Hari, Menu Kering untuk Daerah 3T hingga Ibu Hamil

Waka BGN, Nanik S Deyang mengatakan bahwa distribusi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diatur berdasarkan jenis dan ketahanannya.

img_title

VIVA.co.id

31 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |