Minggu, 24 Mei 2026 - 21:02 WIB
VIVA –Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menegaskan bahwa tidak ada keputusan yang diambil tanpa persetujuan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei. Hal ini disampaikan Pezeshkian saat bertemu dengan pimpinan dan jajaran Islamic Republik of Iran Broadcasting (IRIB) Minggu 24 Mei 2026.
Pernyataan ini disampaikan juga bertepatan dengan dekatnya finalisasi nota kesepahaman dalam perundingan perdamaian antara AS-Iran.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Tidak ada keputusan di Republik Islam Iran yang akan diambil di luar kerangka Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) dan tanpa koordinasi serta izin dari Pemimpin. Ketika sebuah keputusan diambil dalam bidang diplomasi, semua lembaga, platform, dan gerakan harus mendukungnya agar suara yang disampaikan Republik Islam kepada dunia tetap satu dan selaras," kata dia dikutip dari laman presstv.ir, Minggu 24 Mei 2026.
Pezeshkian juga mengatakan salah satu tujuan utama musuh dalam perang agresi baru-baru ini adalah membungkam suara kebenaran dan narasi pencerahan yang disampaikan IRIB.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh staf media nasional Iran, terutama mereka yang terus berada di lapangan dan melaporkan perkembangan situasi dari waktu ke waktu.
"Jika kita semua bergerak bersama dalam kerangka arahan Pemimpin dan menjaga solidaritas nasional, musuh tidak akan pernah berhasil mencapai tujuannya terhadap negara ini," tegasnya.
Selain itu, Pezeshkian mengecam sejumlah kelompok yang dianggap bermusuhan dan anti-Iran karena secara terbuka berharap Amerika Serikat dan rezim Zionis menghancurkan serta memecah belah Iran.
"Mereka harus mempertanggungjawabkan sikapnya di hadapan nurani bangsa," ujarnya.
Agresi ilegal AS dan Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari melalui serangan udara yang menewaskan sejumlah pejabat dan komandan senior Iran.
Sebagai balasan, angkatan bersenjata Iran melancarkan 100 gelombang serangan terhadap target-target strategis dan sensitif milik AS dan Israel di berbagai wilayah.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pada 8 April, atau 40 hari sejak perang dimulai, gencatan senjata sementara yang dimediasi Islamabad mulai berlaku. Namun, putaran pertama negosiasi antara Teheran dan Washington belum menghasilkan kesepakatan.
AS kemudian memperpanjang gencatan senjata secara sepihak setelah masa berlakunya habis, tetapi tetap memberlakukan “blokade laut” yang disebut tidak manusiawi terhadap Iran.
Halaman Selanjutnya
Hingga kini, Teheran belum berkomitmen untuk melanjutkan putaran kedua perundingan. Otoritas Iran menyebut tuntutan berlebihan dari Washington dan aksi yang disebut sebagai pembajakan terhadap kapal-kapal Iran menjadi dua hambatan utama dalam upaya mengakhiri perang.

5 hours ago
3
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)